Psikolog: Anak Tanpa Sosok Ayah Berpotensi Alami Kendala Emosional dan Sosial

Psikolog: Anak Tanpa Sosok Ayah Berpotensi Alami Kendala Emosional dan Sosial
0 Komentar

JABAR EKSPRES  – Kehadiran sosok ayah dalam proses tumbuh kembang anak dinilai memiliki peran penting dalam pembentukan karakter, kestabilan emosi, serta kemampuan sosial anak.

Menurut psikolog sekaligus Direktur PT Martasandy Psychology Indonesia, Billy Martasandy Ph.D, ketiadaan figur ayah dalam kehidupan anak baik karena perceraian, kematian, maupun faktor lainnya dapat berdampak signifikan terhadap aspek psikologis dan perilaku anak.

“Anak yang tumbuh tanpa sosok ayah cenderung mengalami kesulitan dalam mengelola emosi, membangun kepercayaan diri, dan menjalin relasi sosial yang sehat, terutama pada masa remaja,” kata Billy dalam wawancara, Senin (9/6).

Baca Juga:BULOG Bandung Apresiasi Kodim 0610 Sumedang atas Rekor Pengadaan Gabah dan Beras 2025Lagu Resmi Miss Bintang Indonesia “JUARA” Resmi Diluncurkan: Rayakan Semangat dan Kemenangan Perempuan dari Sabang sampai Merauke

Ia menjelaskan bahwa ayah bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai figur yang memberikan rasa aman, batasan, serta teladan dalam bersikap. Ketidakhadiran ayah seringkali membuat anak merasa kehilangan arah atau mencari pengganti figur tersebut di luar rumah dengan cara yang tidak selalu positif.

Namun demikian, dirinya menekankan bahwa bukan berarti anak tanpa ayah pasti mengalami masalah tumbuh kembang. Faktor lingkungan, pola asuh ibu, dukungan keluarga besar, serta intervensi psikologis dapat menjadi penopang penting bagi keseimbangan perkembangan anak.

“Peran ibu tetap sangat vital, dan ketika ibu mampu menjadi figur ganda dengan dukungan sistem sosial yang memadai, anak tetap bisa tumbuh sehat secara emosional,” tambahnya.

Ia menganjurkan para orang tua tunggal untuk terbuka terhadap bantuan profesional dan memperhatikan tanda-tanda awal gangguan psikologis, seperti perubahan perilaku drastis, menarik diri dari lingkungan, atau kemarahan yang berlebihan.

Billy juga mendorong masyarakat untuk tidak memberi stigma negatif terhadap anak yang dibesarkan oleh orang tua tunggal. “Kita harus menciptakan lingkungan yang suportif dan inklusif, bukan justru menambah tekanan pada anak maupun orang tua,” tutupnya.

Ditempat yang sama, salah satu tim Psikologi PT Martasandy Psychology Indonesia, Aulia Ainunniswah, S.Psi., M.M menjelaskan bahwa ayah merupakan sosok yang penting bagi tumbuh kembang sang anak.

“Peran ayah sangat penting dalam tumbuh kembang anak, baik dari aspek kognitif, sosial, maupun emosional. Ayah berkontribusi dalam pembentukan identitas diri, rasa aman, dan kemampuan regulasi emosi anak,” katanya

0 Komentar