JABAR EKSPRES – SD Negeri 1 Jangalaharja di Dusun Sukajadi, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, yang berdiri sejak 1953, hingga kini masih terbengkalai.
Sekolah seluas 924 meter persegi (tanah milik desa) ini hanya memiliki 5 ruang kelas untuk 58 murid dan 11 guru, dengan kondisi infrastruktur yang memprihatinkan, atap bocor, dinding retak, dan fasilitas tak memadai.
Berdasarkan SK Pendirian No. 602/PSB/1953, sekolah ini nyaris tak tersentuh renovasi selama 72 tahun.
Baca Juga:Nugraha Meninggal Dunia Usai Konvoi Persib, Jeje Ritchie Beri SantunanPemkab Bogor Gelontorkan Rp25 Miliar atasi Sampah di TPA Galuga
Hanya dua ruangan (kelas 1 dan 4) yang pernah diperbaiki pada tahun pendiriannya. Meski pihak sekolah terus mengajukan bantuan melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik), respons pemerintah dinilai nihil.
Isman J, guru honorer sekaligus operator satuan pendidikan, mengungkapkan kekecewaannya.
“Kami jemu dengan janji tak pasti. Anak-anak belajar di ruang tak layak, ini soal keselamatan mereka!,” kata dia.
Pihaknya menegaskan, upaya permohonan bantuan dilakukan setiap tahun, namun tak membuahkan hasil.
Kritik pedas dilontarkan pemerhati sosial, Yoyo Sutarya. Ia menuntut tindakan segera sebelum terjadi musibah.
“Atap bocor, dinding rapuh. Ini bom waktu! Pemerintah pusat dan daerah harus malu. Pembiaran selama 72 tahun adalah pengabaian sistematis terhadap pendidikan,” ujarnya.
Yoyo menegaskan, renovasi bukan lagi opsi tapi keharusan untuk menyelamatkan masa depan anak Jangalaharja.
“Jika tidak, ini bukti pendidikan di Indonesia jauh dari prioritas,” tegasnya.
Baca Juga:Bongkar 45 Kasus Peredaran Narkotika dan Miras Ilegal, Polresta Bogor Amankan 56 TersangkaBupati Bogor Pastikan Jalan Abdul Fatah Ciampea Diperbaiki Tahun Ini
Meski kunjungan Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Korwil, dan Dinas Kecamatan Rancah dilakukan dalam tiga tahun terakhir (2023–2025), kebutuhan SDN 1 Jangalaharja tetap tak terealisasi.
Terkait hal ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis belum memberikan keterangan resmi. (CEP)
