JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Bogor bergerak cepat menangani longsor sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga yang sempat menutup akses warga.
Tak tanggung-tanggung, Pemkab Bogor mengalokasikan Rp25 miliar tahun ini untuk memperbaiki sistem pembuangan dan mengurangi dampak lingkungan dengan pendekatan Sanitary Landfill.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menegaskan bahwa kejadian ini menjadi perhatian serius pemerintah.
Baca Juga:Bongkar 45 Kasus Peredaran Narkotika dan Miras Ilegal, Polresta Bogor Amankan 56 TersangkaBupati Bogor Pastikan Jalan Abdul Fatah Ciampea Diperbaiki Tahun Ini
“Bapak Bupati sangat konsen terhadap masalah ini. Kami langsung turun ke lokasi untuk penanganan dan perapihan,” ujarnya, Senin (9/9).
Diketahui, bencana longsor tersebut disebabkan oleh tingginya curah hujan yang membuat tumpukan sampah tidak stabil.
Bahkan, kondisi TPA Galuga telah mendapatkan teguran dari Kementerian Lingkungan Hidup karena potensi dampaknya terhadap lingkungan dan warga sekitar.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten dan Kota Bogor kini berkolaborasi dalam pengelolaan sampah.
“Kami telah menyediakan lahan seluas 6,5 hektare untuk mendukung penanganan sampah Kabupaten Bogor,” tambahnya.
Ajat menambahkan, Pemkab Bogor juga sedang merancang solusi jangka panjang dengan pendekatan teknologi waste to energy, serta memperkuat kerja sama lintas wilayah.
Perjanjian kerja sama pengelolaan TPA Galuga antara Kabupaten dan Kota Bogor akan dievaluasi dan diperkuat menjelang berakhirnya masa perjanjian tahun ini.
Baca Juga:Dukung Jam Masuk Sekolah Lebih Pagi, DPRD Kabupaten Bandung Usulkan Subsidi Angkutan Umum Bagi PelajarFKSS Sambut Baik Kelonggaran Aturan Masuk Sekolah di Jabar
“Insya Allah, dalam satu bulan ke depan akan terlihat perubahan signifikan dalam pengelolaan TPA Galuga. Harapannya, dampak lingkungan dapat diminimalisir dan masyarakat sekitar tidak lagi terdampak,”pungkasnya.
