Dana investasi dari orang tua itulah yang selama ini digunakan untuk operasional pendidikan. Mulai dari honor guru, sarpras, program pendidikan dan berbagai layanan lainnya.
Detty menerangkan, dana investasi yang perlu dikeluarkan orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke Taruna Bakti memang tidak sedikit. Namun sekolah memberi garansi dengan kualitas pendidikan maupun layanannya.
Dan sejauh ini, para orang tua juga tidak keberatan. “Selama ini orang tua yang milih ke kami itu sudah sadar dari awal (investasi besar.red). Jadi mereka sudah siap dengan finansial,” katanya.
Baca Juga:LPTQ Kota Cimahi Fokus Cetak Generasi Qur’ani Tangguh Lewat Pembinaan IntensifSenangnya Belajar Pilah Sampah: Cerita Anak-anak MAN Kota Cimahi di Hari Lingkungan Hidup
Lalu, jika ada kebijakan sekolah swasta harus gratis maka kebutuhan operasional itu tentu tidak bisa diabaikan. Artinya perlu ada cover, dalam hal ini pemerintah.
“Pemerintah kan perlu dukung sekolah swasta dalam hal anggaran. Ini kan jadi tantangan finansial bagi pemerintah,” katanya.
Jika dihitung, kebutuhan anggaran untuk satu sekolah swasta saja tidak sedikit. Belum lagi sekolah swasta di satu kota atau kabupaten. “Kalau semua diserahkan pemerintah, saya pikir anggaran juga terbatas,” jelasnya. (Son)
