“Kurban Berdampak” Rumah Amal Salman Lawan Stunting di Iduladha 1446 H

Ketua Pengurus Rumah Amal Salman, Mipi Ananta Kusuma (kiri) dan Direktur Rumah Amal Salman, Syachrial, tengah mempersiapkan proses penyaluran hewan kurban kepada warga.
Ketua Pengurus Rumah Amal Salman, Mipi Ananta Kusuma (kiri) dan Direktur Rumah Amal Salman, Syachrial, tengah mempersiapkan proses penyaluran hewan kurban kepada warga.
0 Komentar

BANDUNG – Rumah Amal Salman mengusung semangat “Kurban Berdampak” pada Iduladha 1446 H, mentransformasi ibadah kurban menjadi gerakan sosial untuk menangani isu gizi dan stunting di Indonesia.

Kolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), Masjid Salman, 30 masjid kampus di Asosiasi Masjid Kampus Indonesia, dan 104 mitra lokal menjangkau 25 provinsi, dari Aceh hingga Merauke, dengan fokus pada wilayah miskin dan rentan stunting.

Direktur Rumah Amal Salman, Syachrial, menegaskan program ini menyasar daerah dengan akses protein hewani minim yang telah menjadi wilayah binaan.

Baca Juga:USB Fair 2025: Jembatani Lulusan ke Dunia Kerja, Target Serap 80 Persen Pencari KerjaSejarah Baru Unjani: Prof Budiman, Alumni Pertama Jadi Guru Besar

Syachrial pun menyebut, total hewan yang akan disalurkan sekira 880 ekor hewan kurban. “Kurban bukan hanya ibadah, tetapi amunisi melawan stunting dan meringankan beban masyarakat miskin,” tegas Syachrial saat ditemui Jabar Ekspres di Kantor Rumah Amal Salman, Kota Bandung, Kamis, 5 Juni 2025.

Dia mengatakan, pelaksanaan penyembelihan terpusat di Kompleks Masjid Salman ITB pada 6 Juni 2025 dimulai pukul 08.00 WIB. Sedangkan pendistribusian diperkirakan selesai pukul 14.00 WIB.

“Proses kami mematuhi prinsip SAH (Sehat, Aman, Halal) dengan juru sembelih terlatih dari program Juleha (Juru Sembelih Halal, red),” sebutnya.

Tak hanya itu, Dinas Kesehatan Kota Bandung bakal melakukan pemeriksaan kualitas daging sebelum distribusikan.

“Layanan #SegarDiantar mencatat lonjakan permintaan: 1.300 paket rendang dan 600 paket daging segar, mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap kurban praktis dan berkualitas. Transparansi dijamin melalui laporan lengkap kepada pekurban, dari penyembelihan hingga distribusi,” katanya.

Ketua Pelaksana Kurban, Mochamad Najib memaparkan, bahwa program ini memperkuat peran masjid kampus sebagai agen perubahan sosial, sejalan dengan visi ITB untuk memberikan dampak nyata. Acara penyembelihan utama akan dihadiri Rektor ITB, Prof. Tatacipta Dirgantara, dan Menteri Ketenagakerjaan, Prof. Yassierli.

Dengan pendekatan ini, Rumah Amal Salman menjadikan kurban sebagai katalis transformasi sosial, menggandeng masyarakat untuk melawan stunting, memperkuat solidaritas nasional, dan memberdayakan peternak lokal, sembari memastikan kualitas hewan kurban memenuhi standar kesehatan dan kehalalan.

Baca Juga:Antara Tanggung Jawab dan Keuntungan: Dukungan Ekonomi Hijau Dalam Menyelaraskan Lingkungan dengan Kebijakan PemerintahDPRD Bandung Dukung Rancanumpang Jadi Kelurahan Ramah Lansia

Ketua Pengurus Rumah Amal Salman, Mipi Ananta Kusuma menambahkan, pihaknya melakukan langkah-langkah ketat untuk memastikan hewan kurban sehat, aman, dan halal sebelum disalurkan kepada masyarakat.

0 Komentar