“Kurban Berdampak” Rumah Amal Salman Lawan Stunting di Iduladha 1446 H

Ketua Pengurus Rumah Amal Salman, Mipi Ananta Kusuma (kiri) dan Direktur Rumah Amal Salman, Syachrial, tengah mempersiapkan proses penyaluran hewan kurban kepada warga.
Ketua Pengurus Rumah Amal Salman, Mipi Ananta Kusuma (kiri) dan Direktur Rumah Amal Salman, Syachrial, tengah mempersiapkan proses penyaluran hewan kurban kepada warga.
0 Komentar

Mipi menjelaskan, setiap vendor penyedia hewan kurban, wajib melengkapi surat keterangan kesehatan dari unit kesehatan setempat. “Para peternak juga telah melakukan vaksinasi dan pemeriksaan rutin oleh dokter hewan yang bekerja sama dengan kami,” ujarnya.

Pada hari penyembelihan, Dinas Kesehatan Kota Bandung akan melakukan pengecekan ulang terhadap daging kurban untuk memastikan kualitasnya sebelum didistribusikan.

Lebih lanjut, Rumah Amal Salman tidak sekadar membeli hewan dari pasar. Mereka bekerja sama dengan peternak di Jawa Tengah dan Jawa Barat untuk membina desa-desa sebagai sumber bibit ternak.

Baca Juga:USB Fair 2025: Jembatani Lulusan ke Dunia Kerja, Target Serap 80 Persen Pencari KerjaSejarah Baru Unjani: Prof Budiman, Alumni Pertama Jadi Guru Besar

“Kami beli hewan dari jauh-jauh hari, mengawal peternak agar tidak hanya berperan sebagai pedagang, tetapi juga membina warga untuk mengembangkan sumber bibit sapi dan domba,” ungkap Mipi.

Pendekatan ini bertujuan memberdayakan komunitas peternak sekaligus menjamin kualitas hewan kurban.

“Kami pastikan hewan kurban memenuhi prinsip SAH—sehat, aman, dan halal—sehingga masyarakat menerima daging berkualitas tinggi,” tegas Mipi.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Rumah Amal Salman untuk menjalankan ibadah kurban yang tidak hanya sesuai syariat, tetapi juga memberikan dampak sosial melalui jaminan kesehatan dan pemberdayaan peternak lokal. (tur)

0 Komentar