“Setiap pembelian hewan kurban di tempat kami, secara otomatis sebagian keuntungannya masuk ke kas untuk yatim dan piatu yang berada dalam binaan komunitas kami,” jelas Gani.
Inovasi ini mendapat sambutan positif dari masyarakat karena menghadirkan nilai lebih dari sekadar berkurban.
“Ibadah jadi lebih bermakna karena turut berbagi dengan anak-anak yatim” tambahnya.
Baca Juga:Bertambah, Dua Anak Binturong Lahir di Bandung ZooDeadlock Mediasi Gugatan Lisa Mariana, Kuasa Hukum Ridwan Kamil: Bukan dari Pihak Kami
Terkait kendala tahun ini, Gani menyebut cuaca ekstrem dan fluktuasi harga pakan menjadi tantangan tersendiri dalam proses penggemukan.
“Biaya operasional meningkat, jadi kami benar-benar harus cermat dalam menjaga kualitas tanpa membebani konsumen dengan harga yang terlalu tinggi,” katanya.
Untuk memenuhi kebutuhan hewan Kurban, Gani juga memastikan, seluruh hewan kurban yang dijual telah melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala oleh dokter hewan dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian setempat.
“Kami tidak hanya fokus pada penampilan fisik, tapi juga memastikan bahwa hewan kurban benar-benar dalam kondisi sehat dan layak jual sesuai standar yang ditetapkan pemerintah,” ujarnya.
Dengan pelayanan yang humanis, pendekatan sosial, serta jaminan kesehatan hewan yang ketat, Awi Sampurasun Farm berupaya tidak hanya menjadi tempat jual beli hewan Qurban.
“Tapi juga sarana memperkuat kepercayaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” tutup Gani. (Mong)
