JABAR EKSPRES – Ratusan pedagang yang tergabung dalam Solidaritas Pedagang Pasar Tradisional Kota Bandung (SPPTKB), sempat melakukan aksi damai di kantor Perumda Pasar dan Inspektorat Bandung, pada Senin (2/6) kemarin.
Salah satu tuntutannya berkenaan revitalisasi di Pasar Cihaurgeulis.
Namun masalah pun tidak berhenti di sana. Para pedagang mengeluhkan sejumlah masalah. Dimulai dari tidak adanya lahan parkir bagi pengunjung pasar sampai nasib pedagang di tengah bangunan yang mengkhawatirkan.
Seorang pedagang, Yana (34) mengeluhkan lahan parkir. Tidak jarang hal tersebut dinilai sebagai akibat menurunnya pengunjung ke Pasar Cihaurgeulis. Bahkan, permasalahan inipun membahayakan para pengendara di sekitar jalan tersebut.
Baca Juga:Dedi Mulyadi Viral, Birokrasi Mandek: Publik Masih Ragukan Pemprov JabarDidakwa Pasal 2 dan 3 UU Tipikor, Eks Pengelola Bandung Zoo Jalani Sidang Perdana
Pantauan Jabar Ekspres, lahan parkir hanya berada di depan Pasar Cihaurgeulis. Tepat di pinggir jalan. “Akses parkir belum ada. Masih banyak yang celaka,” cetus Yana di kiosnya, pada Selasa (3/6).
Proses revitalisasi yang dijanjikan itu, memang hingga sekarang belum ada kepastian untuk dipakai pedagang. Kendati bangunan baru sudah berdiri tepat di belakang pasar, tapi sejumlah pedagang tidak tahu menahu kapan harus pindah.
Hal tersebut diungkapkan Yana (24), salah satu pedagang buah ini mengaku, sampai sekarang belum tidak tahu tepatnya kapan dia harus mengisi gedung revitalisasi.
“Hayang (pengin, red) ada kesepakatan harga sewa, kapan diisinya belum ada kabar. (Gedung) gagal. Teu acan aya (belum ada) informasi. Can aya hawar-hawar (belum ada kabar disuruh) pindah,” ungkap Yana kepada Jabar Ekspres di kiosnya, pada Selasa (3/6).
Di tengah daya beli masyarakat yang menurun, dirinya pun berharap apabila ada revitalisasi para pedagang ke gedung baru, harga sewa mesti disesuaikan dengan kemampuan bayar para pedagang.
“Omset saja sekarang turun 50 persen. Lihat juga kan masalah parkir di Pasar Cihaurgeulis, jadi sepi. Jam 9 dan 10 pagi juga sudah sepi. Jarang. Pagi ada pembelinya,” tandasnya.
Bersamaan, seorang pedagang ayam, Ugi (54) mengatakan, sempat ada pembahasan terkait gedung revitalisasi beberapa waktu yang lalu. Namun para pedagang belakangan ini tidak membahasnya lagi.
Baca Juga:Bupati Bogor Lantik Pejabat Eselon II Malam Ini: Masih Orang LamaTerungkap! Proyek CCTV Bandung Smart City Ternyata Tanpa Kajian Teknis
“Iya sempat ada bahasan (soal gedung baru), keburu ada kepala pasar yang baru. Ada info juga soal bayar sewa Rp100 ribu per hari, langsung ditolak sama pedagang. Jadi penginnya minta harga disesuaikan,” tegasnya.
