Bukan Hanya Revitalisasi, Pedagang Pasar Cihaurgeulis Keluhkan Masalah Lainnya

Suasana di dalam Pasar Cihaurgeulis, Jalan Suci, Kota Bandung, Selasa (3/6). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Suasana di dalam Pasar Cihaurgeulis, Jalan Suci, Kota Bandung, Selasa (3/6). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

Alih-alih memikirkan revitalisasi, dirinya minta Perumda Pasar lakukan sejumlah perbaikan di Pasar Cihaurgeulis. Ugi menilai kualitas bangunan pasar sudah menurun. “Tangga juga bahaya, takut. Takut kalau terjadi gempa, tuh, rapuh. Belum ada renovasi lagi,” ucapnya.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Perumda Pasar belum memberi tanggapan terkait masalah yang menjangkiti Pasar Cihaurgeulis. Jabar Ekspres sudah meminta konfirmasi, tetapi tidak ada jawaban.

Sebelumnya, ratusan pedagang tradisional yang tergabung dalam Solidaritas Pedagang Tradisional Kota Bandung (SPTKB) menggelar aksi damai, pada Senin (2/6). Mereka menolak rencana revitalisasi sejumlah pasar.

Baca Juga:Dedi Mulyadi Viral, Birokrasi Mandek: Publik Masih Ragukan Pemprov JabarDidakwa Pasal 2 dan 3 UU Tipikor, Eks Pengelola Bandung Zoo Jalani Sidang Perdana

Penanggung Jawab Aksi SPTKB, Iwan Suhermawan, mengatakan terdapat tiga tuntutan dalam aksi tersebut. “Pertama kami meminta dibatalkan rencana revitalisasi Pasar Ciroyom. Kedua, tuntutan membatalkan rencana revitalisasi Pasar Sederhana. Ketiga, optimalisasikan Pasar Cihaurgeulis atau Pasar Suci,” katanya.

“Segera tempatkan pedagang yang hampir 7 tahun tinggal di kios sementara ke tempat-tempat yang sudah ditentukan dengan harga yang masuk logika pedagang,” sambungnya.

Dia juga menyampaikan kekecewaan terhadap sikap pemerintah. Pihaknya meminta para pedagang diberi kesempatan. Lalu bagi Perumda Pasar untuk mundur dua langkah saat membuat suatu rencana.

Rencana kebijakan, katanya, harus yang betul-betul kondusif dan bermanfaat buat pedagang. Sekaligus kebijakan yang juga tidak merugikan pemerintah.

“Kami meminta Perumda membuat hal yang jelas, pengelolaan ke depan bakal seperti apa. Pengelolaan listrik, keamanan, ketertiban dan pengelolaannya harus jelas. Juga dibuka lagi komunikasi dengan Perumda. Kalau hal-hal itu belum dilakukan, jangan sekali-kali datang ke kami membicarakan revitalisasi,” ujarnya.

Iwan memberi peringatan apabila tuntutan tidak direspons. Apabila aksi damai mereka tidak didengar pemerintah, khususnya Perumda Pasar. Perkiraan minggu depan, solidaritas pedagang akan datang dengan massa yang lebih banyak lagi.

Dirinya menegaskan, pada aksi damai hari ini saja, jumlah massa aksi mencapai 700-an orang. Adapun alasan massa mendatangi Inspektorat, yakni untuk meminta kebijakan revitalisasi dikaji lebih dalam.

Baca Juga:Bupati Bogor Lantik Pejabat Eselon II Malam Ini:  Masih Orang LamaTerungkap! Proyek CCTV Bandung Smart City Ternyata Tanpa Kajian Teknis

“Maka kami tadi langsung ke Inspektorat untuk melakukan fungsinya sebagai pengawas internal dan harus mengaudit secara global. (Audit) keuangan. Mulai dari pemasukan dan pengeluaran. Karena aneh Perumda rugi wae (rugi terus). Sampai karyawan tidak terbayar gaji,” jelasnya.

0 Komentar