JABAR EKSPRES – Jelang 100 hari masa kepemimpinannya, Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menegaskan telah melakukan berbagai langkah konkret dalam mengatasi permasalahan persampahan yang selama ini membelit Kota Bandung.
Erwin menyampaikan bahwa upaya perbaikan telah berjalan secara bertahap dan sistematis, mulai dari penataan program berbasis masyarakat hingga pengaktifan kembali teknologi pengolahan sampah.
Salah satu langkah signifikan yang dilakukan adalah menggantikan Program Pemberdayaan Keluarga (PPK) dengan program baru bernama Prakarsa, yang telah dijalankan di 126 RW pada tahun ini.
Baca Juga:Dampak 100 Hari Kerja Wali Kota Bandung, Walhi Jabar Sebut Belum Terlihat dalam Penanganan SampahKorban Meninggal Dunia Akibat Longsor Gunung Kuda Cirebon Bertambah Jadi 10 Orang, Ini Identitasnya!
“Kalau bicara 100 hari, ya kami sudah banyak yang kami lakukan. Pertama, kami sudah prakarsa tahun ini, insya Allah pengganti PPK sudah dijalankan di 126 RW,” ujar Erwin di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Jumat (30/5).
Program Prakarsa ini menjadi landasan penting dalam menggerakkan masyarakat di tingkat RW untuk lebih mandiri, termasuk dalam pengelolaan sampah. Menurut Erwin, pelibatan warga secara langsung menjadi strategi utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Selain itu, Erwin menyebut bahwa masalah titik kumpul (tikum) sampah saat ini sudah banyak yang berhasil diatasi. Dari total 136 tikum yang ada di Kota Bandung, sebagian besar telah diselesaikan dan dimusnahkan.
“Alhamdulillah saat ini sudah teratasi. Kami sudah banyak tikum-tikum sampah yang sudah kami selesaikan. Tapi kalau masih ada laporan dari warga, silakan sampaikan, kami akan langsung bergerak,” tegasnya.
Lebih lanjut, Erwin mengungkapkan, Pemkot Bandung juga telah mengaktifkan tujuh unit insinerator di Tempat Pembuangan Terpadu (TPT), dari total target 300 unit.
Erwin berharap, 15 unit lainnya bisa segera diaktifkan kembali sebagai bagian dari upaya memperluas pemusnahan sampah di tingkat lokal.
Meski masih ada sekitar 144 ritase sampah per hari yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Pemkot Bandung telah berhasil mengolah sekitar 400 ton sampah melalui berbagai pendekatan, mulai dari program Kawasan Bebas Sampah (KBS) hingga pemusnahan dengan insinerator.
