JABAR EKSPRES – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebutkan jumlah korban tewas akibat longsor tambang Gunung Kuda Cirebon bertambang jadi 10 orang.
Berikut ini tujuh orang telah teridentifikasi dan tiga orang belum teridentifikasi, diantaranya
- Andri (41) Desa Padabeunghar Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan.
- Sukadi (48) Desa Buntet, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
- Sanuri (47) Desa Semplo, Kecamatan Palimanan, Cirebon.
- Sukendra (51), Desa Girinata, Kecamatan Duku Puntang, Cirebon
- Dedi Hirmawan (45), Desa Cimenyan, Kabupaten Bandung.
- Sarwah (36), Kelurahan Kenanga Blok Pontas, Kecamatan Sumber, Cirebon.
- Rusjaya (48) Desa Beberan, Blok Beberan, RT 02 RW 01, Kecamatan Palimanan, Cirebon
Sementara untuk tiga korban meninggal dunia lainnya hingga saat ini masih belum teridentifikasi, selain mengakibatkan 10 orang meninggal dunia dan sembilan orang luka-luka peristiwa tersebut juga mengakibatkan 3 unit alat berat excavator dan enam truk rusak.
Baca Juga:Longsor Tambang Gunung Kuda Cirebon, Tim Gabungan Evakuasi 8 Korban TewasDedi Mulyadi Ungkap Alasan Ngamuk ke Suporter Persikas, Mendidik Rakyat Jauh Lebih Penting
BPBD Jabar saat ini berkoordinasi dengan BPDB Cirebon yang tengah melakukan assessment di lokasi kejadian.
Sementara itu, Kapolresta Cirebon Kombes Pol Sumarni telah mendirikan posko pengaduan di sekitar lokasi untuk memfasilitasi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dan mengidentifikasi identitas korban yang berhasil dievakuasi.
“Kami (Polresta Cirebon) membuka posko di dekat area menuju lokasi tambang terkait warga yang hilang atau belum kembali. Kami masih melakukan pencarian,” kata Sumarni.
