RADAR JABAR – Membeli mobil, apalagi dalam kondisi baru, tentu memerlukan banyak pertimbangan. Selain desain, performa, dan fitur lainnya, harga menjadi salah satu faktor paling krusial. Jika anggaran Anda berada di kisaran Rp200 jutaan, maka secara alami Anda akan mencari mobil dalam rentang harga tersebut—baik sedikit di atas maupun di bawahnya. Namanya juga anggaran, biasanya masih bisa sedikit disesuaikan. Hal yang menarik adalah, ketika seseorang memiliki anggaran sekitar Rp200 jutaan, kebanyakan orang cenderung melirik mobil murah atau biasa dikenal sebagai LCGC (Low Cost Green Car).
Mengapa? Karena harganya yang relatif terjangkau. Apalagi bagi mereka yang baru pertama kali membeli mobil, tentu LCGC terlihat semakin menggoda. Kapan lagi bisa mendapatkan mobil baru dengan harga di bawah Rp200 juta?
Oleh karena itu, mobil LCGC masih menjadi salah satu dari 10 mobil terlaris di Indonesia. Banyak orang yang masih tertarik untuk membeli mobil jenis ini. Namun, ada anggapan bahwa mobil LCGC adalah “mobil sejuta kekurangan”. Lantas, jika memang banyak kekurangannya, mengapa masih banyak orang yang membelinya? Apakah karena mereka tidak mengetahui alternatif lain, atau justru karena LCGC masih memiliki nilai tertentu yang sulit disaingi?
Baca Juga:Review iQOO Z10 Indonesia: Baterai Jumbo 7300 mAh, Tapi Performa Biasa Saja?Membongkar Skema Ponzi di Balik Aplikasi Rinck dan AMV
Penyebab Mobil LCGC Laris di Indonesia
Sebelum membahas lebih jauh, mari kita pahami terlebih dahulu apa itu LCGC. LCGC merupakan program pemerintah yang diluncurkan pada tahun 2013 melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 33 Tahun 2013. Program ini merupakan bagian dari inisiatif kendaraan bermotor roda empat yang hemat energi dan berharga terjangkau. Tujuannya cukup jelas, yaitu agar masyarakat Indonesia memiliki akses terhadap mobil yang murah, efisien, dan ramah lingkungan.
Pada masa awal peluncurannya, harga mobil LCGC memang sangat terjangkau. Misalnya, Honda Brio saat itu dibanderol kurang dari Rp100 juta, begitu pula dengan Toyota Agya dan Daihatsu Ayla. Semua terasa sangat terjangkau.
Namun, jika kita berbicara mengenai kondisi saat ini, sudah tidak ada lagi mobil LCGC yang dijual dengan harga di bawah Rp100 juta. Seluruh modelnya kini berada di kisaran harga mendekati Rp200 juta. Sebagai contoh, Honda Brio Satya tipe S dengan transmisi manual kini dibanderol sekitar Rp167,9 juta. Toyota Calya tipe E manual dihargai sekitar Rp196 juta. Model-model lainnya pun berada di kisaran harga yang sama—di atas Rp150 juta namun masih sedikit di bawah Rp200 juta.
