JABAR EKSPRES – Ratusan mahasiswi program studi Kebidanan dari Poltekkes Kemenkes Bandung mendatangi Kampung Adat Cirendeu, Kota Cimahi, dalam rangka penerapan mata kuliah Praktik Sosial Budaya Dasar.
Kunjungan ini bukan sekadar wisata edukatif, melainkan bagian dari field trip yang bertujuan memahami keterkaitan adat istiadat dengan kesehatan ibu dan anak.
“Kami membawa mahasiswi Program Studi Kebidanan Bogor dalam rangka aplikasi mata kuliah Praktik Sosial Budaya Dasar. Totalnya ada 104 mahasiswa dan 10 dosen pendamping,” ujar Koordinator Mata Kuliah, Sri Mulyati, saat ditemui di lokasi kunjungan, Rabu (28/5/25).
Baca Juga:Hutan Adat Cirendeu Eks TPA akan Disiapkan Jadi Hutan Bambu Bandung RayaTerhambat Akses Jalan, Pelajar di Bandung Barat Terjang Waduk Saguling Demi Bersekolah
“Sesuai visi dan misi kami, yaitu memberdayakan masyarakat dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak,” sambung nya.
Mahasiswi kebidanan, kata Sri, diharapkan memahami secara mendalam aspek sosial budaya yang melekat pada masyarakat adat.
Capaian pembelajaran yang dituju meliputi pemahaman umum mengenai bahasa, kepercayaan, makanan, cara berpakaian, bentuk rumah, hingga upacara-upacara adat yang berkaitan dengan siklus kehidupan perempuan seperti kehamilan, persalinan, masa nifas, pemberian ASI, hingga tumbuh kembang anak.
“Kalau yang terkait dengan mitos, bagaimana mereka nanti secara bijak bisa menemukan solusi, dengan pendekatan kearifan lokal kepada tokoh-tokoh masyarakat,” kata dia.
Tak hanya itu, mahasiswa juga didorong untuk mengembangkan ilmu yang mereka peroleh melalui penelitian dan inovasi berbasis budaya. Kegiatan ini diharapkan mampu membuka jalan bagi model-model pelayanan kesehatan yang lebih sensitif terhadap budaya lokal.
