JABAR EKSPRES – Hari ini, bukan hanya pergelaran pawai juara semata. Tapi jadi bahan tulisan naskah sejarah perjalanan Persib Bandung mengarungi kompetisi era Liga Indonesia.
Dari keempat bintang yang tertera di logo Persib, tahun ini pertama kalinya tim berjuluk Maung Bandung tersebut angkat trofi di Kota Kembang.
Tahun 1994, jadi gelar pertama Persib mengangkat trofi prestisius tersebut. Kala itu, era Liga Indonesia perdana lahir hasil peleburan Liga Perserikatan dan Galatama. Di final yang digelar di Stadion Gelora Senayan, Persib berhasil permalukan Petrokimia Putra lewat gol tunggal Sutiono Lamso.
Baca Juga:Dishub KBB Bakal Sulap Transit Angkot Jadi Terminal WisataSetengah Hari Tanpa Aturan di Bandung
Di era profesional modern setelah 19 tahun puasa gelar liga. Persib berhasil rengkuh gelar kedua pada tahun 2014, di Stadion Jakabaring Palembang dengan kompetisi bernama Indonesia Super League (ISL). Kala itu, Persib berhasil menang dramatis atas sang lawan Persipura Jayapura lewat tendangan penentu Achmad Jufriyanto dengan skor 5-3.
Lanjut ke era format Championship Series Liga 1 2023/2024. Persib berhasil angkat piala di Gelora Bangkalan, Madura. Sistem final yang mengadopsi home and away, Persib berhasil tuntaskan perlawanan Madura United dengan masing-masing skor 3-0 di Stadion Si Jalak Harupat, dan 3-1 di kandang Laskar Sape Kerab.
Terakhir, sejarah terukir pada musim kompetisi 2024/2025. Selain Back-to-back champions pertama dalam sejarah Persib di era Liga Indonesia. Ini jadi pertama kalinya Persib mengangkat trofi juara Liga Indonesia di Kota Bandung, tepatnya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Atas hal ini, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengaku bangga atas capaian tersebut. Menurutnya, hal ini menunjukan bahwa Persib Bandung merupakan tim berkualitas dan solid.
“Saya turut bangga dan bahagia. Persib Bandung kembali menunjukkan bahwa mereka adalah tim besar yang konsisten dan solid. Ini bukan hanya kemenangan untuk klub, tapi juga untuk seluruh warga Jawa Barat. Namun, saya mengingatkan semua untuk tetap menjaga ketertiban. Jangan rusak kebahagiaan ini dengan tindakan yang tidak perlu,” kata Dedi Mulyadi di Balai Kota Bandung, Minggu (25/5/2025).
