Dari sinilah muncul pembahasan mengenai sisi gelap dari aplikasi VPN. Melihat kecenderungan sebagian besar masyarakat Indonesia yang lebih memilih layanan gratis, bahkan menggunakan aplikasi VPN versi modifikasi, hal ini tentu menjadi isu yang patut diperhatikan. Masalahnya, bukan hanya VPN gratisan yang berisiko—VPN berbayar yang sering diiklankan oleh para influencer pun belum tentu 100% aman.
Contohnya, NordVPN pernah mengalami kasus kebocoran data akibat serangan dari pihak tidak bertanggung jawab. Pada dasarnya, ketika perangkat terhubung ke server VPN, pihak pemilik server memiliki kemampuan untuk melihat seluruh lalu lintas data pada perangkat tersebut. Data pribadi seperti komunikasi, nama pengguna dan kata sandi, informasi keuangan, hingga foto pribadi dapat diakses dan berpotensi dicuri.
VPN memang dapat diibaratkan seperti terowongan rahasia yang menyembunyikan aktivitas pengguna, tetapi jalur tersebut juga memiliki banyak celah. Kebocoran data dan alamat IP tetap mungkin terjadi. Ketika data tersebut sudah berpindah tangan, tentu saja dapat diperjualbelikan atau disalahgunakan untuk berbagai tujuan.
Baca Juga:7 HP Flagship Killer Ini Punya Harga Terjangkau Tapi Spek DewaDahatsu Mobil Murah Atau Murahan? Pahami Dulu Permainan Kualitas Merek Ini
VPN juga dapat dianalogikan sebagai selembar selimut yang menutupi aktivitas kita di internet. Namun, seperti halnya selimut, fungsinya hanya untuk menyamarkan, bukan untuk memberikan perlindungan mutlak dari serangan. Apabila VPN yang digunakan adalah versi gratis dan tidak resmi, maka potensi masuknya virus atau malware ke perangkat pengguna menjadi sangat tinggi.
Seperti biasa, tujuan utama virus yang masuk ke perangkat adalah untuk mencuri data. Tanda bahwa data pada perangkat Anda telah dicuri bisa terlihat dari pesan singkat (SMS) yang Anda terima. Biasanya, Anda akan mulai mendapatkan pesan-pesan promosi yang aneh, seperti iklan perjudian, penipuan berhadiah uang, atau tawaran produk yang jelas tidak sesuai dengan minat Anda.
Jika hal ini terjadi, besar kemungkinan data pribadi Anda—mulai dari nomor telepon hingga aktivitas internet—telah dicuri oleh pihak tertentu akibat penggunaan VPN yang tidak tepercaya atau versi abal-abal.
Selain itu, VPN juga sering kali menyebabkan koneksi internet menjadi lambat dan lebih boros kuota. Hal ini disebabkan karena VPN menambahkan jalur lalu lintas baru dalam proses koneksi internet. Secara logika, semakin banyak jalur yang dilewati, maka koneksi akan semakin lambat dan konsumsi data pun menjadi lebih besar.
