JABAR EKSPRES – Salah satu aplikasi yang menjadi favorit masyarakat Indonesia adalah VPN. Hal ini wajar, mengingat sebagai warga negara dengan akses internet yang cukup banyak dibatasi, penggunaan VPN dapat memberikan rasa kebebasan yang lebih. Bahkan, bagi sebagian orang Indonesia, menggabungkan mode incognito di peramban dengan VPN terasa seperti tidak sedang berada di Indonesia. Namun kenyataannya, VPN tidak seindah yang dibayangkan—terutama jika VPN yang digunakan adalah versi gratis. Mengapa demikian? Pada kesempatan ini, saya akan membahasnya secara santai.
VPN pertama kali muncul pada tahun 1996, ketika seorang karyawan Microsoft mengembangkan protokol PPTP (Point to Point Tunneling Protocol). Protokol ini menciptakan koneksi pribadi yang lebih aman antara perangkat pengguna dan internet, yang kemudian dikenal sebagai VPN (Virtual Private Network).
Namun, sebenarnya cikal bakal VPN sudah dimulai sejak tahun 1993, ketika tim dari Universitas Columbia dan AT&T menciptakan versi awal VPN bernama SWIPE. SWIPE merupakan protokol enkripsi berbasis perangkat lunak untuk IP.
Baca Juga:7 HP Flagship Killer Ini Punya Harga Terjangkau Tapi Spek DewaDahatsu Mobil Murah Atau Murahan? Pahami Dulu Permainan Kualitas Merek Ini
Awalnya, VPN dirancang untuk menghubungkan kantor-kantor yang terpisah secara geografis agar dapat mengakses jaringan secara luas tanpa batasan jarak fisik. Seiring berjalannya waktu, VPN mengalami perkembangan dan tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk memperluas atau mengakses situs yang dibatasi secara geografis. Kini, VPN juga mencakup isu privasi, keamanan, dan penggunaan lintas wilayah.
Selain situs web, VPN ternyata juga dapat mengelabui berbagai jenis program agar dapat dijalankan di wilayah tertentu—termasuk aplikasi dan bahkan lokasi dalam game online.
Keuntungan dan Bahaya VPN
Di era sekarang, VPN seolah menjadi aplikasi tambahan yang dianggap mampu meningkatkan privasi dan memberikan pengalaman berselancar di internet dengan lebih aman. Mengakses situs yang diblokir di negara tertentu? Bisa. Menyembunyikan jejak aktivitas internet agar tidak terlacak? Juga bisa.
Namun, semua itu hanya dapat dicapai jika VPN yang digunakan benar-benar tersertifikasi atau minimal merupakan layanan premium yang tepercaya. Menurut artikel dari Kompas.com, penggunaan VPN gratis sebaiknya dipertimbangkan dengan matang. Sebab, sebagaimana layanan gratis pada umumnya, pengembangannya tidak optimal sehingga rentan menimbulkan risiko yang tidak diinginkan.
