Gawat! Cimahi Puncaki Daftar Pengangguran di Jabar, Didominasi Usia Muda

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik ( BPS ) Februari 2024, jumlah pengangguran mencapai 7,2 juta orang. Mayoritas lulusan SMK dan SMA.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik ( BPS ) Februari 2024, jumlah pengangguran mencapai 7,2 juta orang. Mayoritas lulusan SMK dan SMA.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kota Cimahi menempati posisi teratas sebagai daerah dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) tertinggi di Jawa Barat pada 2024. Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) dari Badan Pusat Statistik (BPS), angka TPT Cimahi mencapai 8,97 persen atau setara dengan 27.979 jiwa.

Meski tertinggi secara persentase, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi, Asep Jayadi, menjelaskan bahwa secara jumlah absolut, angka pengangguran di Cimahi justru mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Secara jumlah memang turun, bahkan tertinggi penurunannya di Jabar. Tapi secara persentase masih yang tertinggi karena total angkatan kerjanya kecil,” ujar Asep, Jumat (23/5/2025).

Baca Juga:Diskominfo Kota Bogor Tingkatkan Edukasi Anggota KIM Tentang Pemanfaatan Medsos Era DigitalisasiKunjungi SMKN 13 Bandung, Ono Sorot Evaluasi Pergub Soal Penggalangan Dana

Asep menyoroti kondisi industri lokal, terutama sektor garmen dan tekstil, yang mengalami pelemahan akibat situasi ekonomi global. Hal ini berdampak langsung pada terbatasnya rekrutmen tenaga kerja.

“Banyak perusahaan mengurangi jam kerja karena order sepi. Lowongan pun jadi sangat terbatas,” tambahnya.

Untuk merespons kondisi ini, Disnaker Cimahi menggencarkan pelatihan keterampilan bagi warga melalui kerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK). Program ini disebut berhasil membuka akses kerja bagi sebagian peserta.

“Peserta dilatih, diberi sertifikat, dan langsung ditempatkan kerja. Hasilnya sudah mulai terlihat,” kata Asep.

Statistisi Ahli Muda BPS Kota Cimahi, Windi Pramudyawardani, menjelaskan bahwa TPT dihitung dari rasio antara jumlah penganggur dan jumlah angkatan kerja. Dengan perhitungan tersebut, Cimahi menempati peringkat tertinggi di Jawa Barat.

“Penyebab utamanya karena pertumbuhan penduduk bekerja sangat lambat, sehingga persentasenya terlihat tinggi,” jelas Windi.

Data juga menunjukkan bahwa pengangguran terbanyak berasal dari kelompok usia 20-24 tahun, yakni sebanyak 5.821 orang atau 22,80 persen dari total penganggur. Usia 15-19 tahun berada di posisi kedua, sementara kelompok usia 45-49 tahun tercatat paling sedikit.

Baca Juga:Kota Bogor Jadi Tuan Rumah Pelatihan Notaris Pembuat Akta KoperasiPasar Parakanmuncang akan Pembenahan Sebelum Revitalisasi, Diskoperindag Sumedang Gelontorkan APBD Rp600 Juta

Yang menarik, terdapat 1.535 penganggur berusia 60 tahun ke atas. “Ini menunjukkan bahwa pada usia lanjut pun, masih ada dorongan kuat untuk tetap bekerja,” ungkap Windi.

Tingginya tingkat pengangguran ini menandakan perlunya langkah cepat dan konkret dari pemerintah daerah untuk membuka lapangan kerja baru dan memperkuat iklim investasi di Cimahi, guna menyerap tenaga kerja usia produktif yang terus bertambah.

0 Komentar