JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) merangkul Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) untuk bersinergi dalam hal penyebarluasan informasi publik yang lebih adaptif.
Salah satu ikhtiarnya dengan membekali jajaran KIM melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang berlangsung di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Kamis (22/5).
Kegiatan itu dihadiri perwakilan dan Ketua KIM dari 68 kelurahan se-Kota Bogor dengan mendatangkan sejumlah pemateri di tingkat Jawa Barat hingga praktisi.
Baca Juga:Kunjungi SMKN 13 Bandung, Ono Sorot Evaluasi Pergub Soal Penggalangan DanaKota Bogor Jadi Tuan Rumah Pelatihan Notaris Pembuat Akta Koperasi
Selain membahas pentingnya pola kemitraan komunikasi antara pemerintah dan KIM, ada juga pelatihan praktis terkait pemanfaatan media sosial, khususnya Instagram.
“Materi meliputi tips membuat konten menarik dan informatif serta praktik penggunaan aplikasi desain grafis seperti Canva. Acara ini merupakan hari kedua dari rangkaian Bimbingan Teknis Keterbukaan Informasi Publik (KIP) yang diselenggarakan oleh Diskominfo Kota Bogor,” kata Kepala Bidang IKP Diskominfo Kota Bogor, Dian Intannia Lesmana dikutip Jumat (23/5).
Ia menjelaskan, bahwa dasar hukum pelaksanaan bimtek bagi KIM secara umum adalah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Permenkominfo Nomor 4 Tahun 2024 tentang penyelenggaraan urusan pemerintahan konkuren di bidang komunikasi dan informatika.
Menurut Dian, KIM merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendiseminasi informasi kepada masyarakat.
Sebab, di era digital saat ini, pemanfaatan media sosial menjadi instrumen penting dalam mendukung penyebaran informasi secara cepat, luas, dan efektif.
“Oleh karena itu, Diskominfo Kota Bogor mengadakan kegiatan Peningkatan Kemitraan Komunikasi dengan KIM dan Pelatihan Pemanfaatan Media Sosial untuk memperkuat kapasitas anggota KIM dalam mengelola dan menyebarluaskan informasi publik,” terang Dian.
Sekretaris Diskominfo Kota Bogor, Oki Tri Fasiasta Nurmala Alam menyebutkan tujuan kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan sinergi antara pemerintah daerah dan KIM sebagai mitra komunikasi publik.
Baca Juga:Pasar Parakanmuncang akan Pembenahan Sebelum Revitalisasi, Diskoperindag Sumedang Gelontorkan APBD Rp600 JutaPesan Tedy Rusmawan untuk Persib, Jaga Kemesraan untuk Kunci Bintang 5
Dengan harapan dapat memberikan pemahaman dan keterampilan praktis kepada anggota KIM dalam penggunaan media sosial.
Pihaknya juga mendorong KIM menjadi agen informasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi komunikasi.
“Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk kelompok atau komunitas informasi masyarakat yang produktif serta mampu merintis secara bertahap, mandiri, dan aktif di lingkungan masing-masing,” tukas Oki. (YUD)
