JABAR EKSPRES – Kali ini kami akan membahas mengenai aplikasi RAI yang diklaim sebagai aplikasi penghasil uang. Apakah klaim tersebut benar adanya, atau justru merupakan penipuan berkedok investasi bodong? Mari kita bahas lebih lanjut.
Setelah melakukan pendaftaran di aplikasi ini, pengguna akan mendapatkan fasilitas gratisan. Kemarin, saya telah menyelesaikan beberapa tugas dan berhasil memperoleh saldo sebesar Rp26.000. Bagi pengguna baru, memang tersedia bonus gratisan di awal.
Namun, untuk melanjutkan dan memperoleh penghasilan lebih besar, pengguna diwajibkan melakukan deposit, dengan sistem keanggotaan yang terbagi dari level S1 hingga S5. Semakin besar jumlah deposit yang dilakukan, maka semakin besar pula potensi pendapatan yang dijanjikan. Sayangnya, sistem seperti ini merupakan ciri khas dari skema penipuan investasi bodong.
Baca Juga:Bank Indonesia Segera Musnahkan Uang Rp75.000, Buruan Koleksi Sekarang!7 Tips Paling Joss Mengelola Uang Saat Remaja Agar Cepat Kaya
Saran saya, jangan pernah melakukan deposit di aplikasi ini. Cepat atau lambat, aplikasi semacam ini akan scam (menipu dan menghilang), dan ketika hal itu terjadi, akan banyak korban yang dirugikan secara finansial.
Mari kita kupas lebih dalam modus penipuan dalam aplikasi ini. Ciri khas utama dari skema ponzi seperti ini adalah adanya sistem referal. Dalam aplikasi RAI, sistem referal terdiri dari tiga level: level pertama memberikan komisi 10%, level kedua 3%, dan level ketiga 1%. Skema ini hanya menguntungkan pihak-pihak yang bergabung di awal, sementara pengguna baru hanya akan dimanfaatkan.
Selain itu, terdapat pula sistem bonus manajemen tugas hingga tiga level di bawah pengguna, yang mendorong orang untuk terus merekrut anggota baru. Tak mengherankan jika banyak orang akan mengundang Anda untuk bergabung.
Aplikasi RAI juga menciptakan struktur jabatan, seperti pemimpin tim, supervisor magang, pengawas formal, hingga mitra kota. Untuk menjadi pemimpin tim, seseorang harus berhasil mengundang 16 anggota level S dan akan mendapatkan gaji bulanan sebesar Rp1.280.000. Sementara untuk mencapai posisi mitra kota, pengguna harus merekrut tiga manajer resmi, dengan iming-iming gaji bulanan hingga Rp300 juta.
Namun perlu diketahui, gaji-gaji tersebut bukan berasal dari keuntungan bisnis nyata, melainkan dari uang deposit para anggota baru. Artinya, secara tidak langsung, Anda ikut ‘patungan’ untuk membayar para pemimpin di atas Anda.
