3 Tips Penting Sebelum Membeli Mobil Bekas Selain Periksa Mesin

Tips Membeli Mobil Bekas
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Bagi Anda yang berniat membeli mobil bekas, penting untuk memperhatikan beberapa hal agar tidak tertipu oleh harga murah yang tampak menggiurkan.

Kami akan membagikan tiga kriteria utama mobil bekas yang sebaiknya langsung Anda tinggalkan begitu melihat ciri-ciri ini.

Meskipun mobil tersebut dijual dengan harga yang sangat murah, kami pastikan bahwa kerusakan yang ada bersifat berkelanjutan dan akan menimbulkan banyak masalah di kemudian hari. Ibaratnya, Anda perbaiki satu bagian, malah rusak bagian lain.

Baca Juga:Dana Bansos BNPT Segera Cair Rp600.000 per Orang, Cek Namamu di Sini!Comeback Besar Nokia? Ini Alasan X700 Pro Disebut HP Revolusioner di Kelas Menengah

Tips Membeli Mobil Bekas

Inilah 3 kondisi yang harus anda hindari ketika memilih mobil bekas untuk transportasi sehari-hari maupun angkutan.

  1. Kondisi Mesin yang Berlumpur atau Terdapat Sludge (Lumpur Oli)

Hal pertama yang selalu saya cek saat melihat mobil bekas adalah membuka tutup pengisian oli pada mesin. Jika terlihat adanya lumpur atau oli yang menggumpal, segera tinggalkan mobil tersebut. Ini tanda bahwa mobil tidak dirawat dengan baik.

Sludge oli bisa muncul bukan hanya karena menggunakan oli palsu, tapi juga akibat jarangnya penggantian oli. Idealnya, oli diganti setiap 5.000 km atau maksimal 6 bulan sekali. Sayangnya, banyak pemilik mobil yang malas mengganti oli, bahkan ada yang baru mengganti setahun atau dua tahun sekali. Inilah penyebab utama lumpur oli menumpuk.

Apakah bisa dibersihkan dengan cairan engine flush? Jawabannya, tidak efektif jika sludge sudah terlalu tebal. Bahkan bisa memperparah kondisi mesin. Ketika cairan flushing digunakan, kerak akan terkelupas dan bisa menyumbat jalur oli, yang justru membuat suara mesin makin kasar. Solusi satu-satunya jika sudah seperti ini adalah turun mesin dan dibersihkan secara manual.

  1. Kilometer yang Sudah Diputar Ulang

Ciri kedua adalah kilometer yang dimanipulasi. Saya masih sering menemukan showroom yang memutar ulang angka kilometer agar terlihat rendah dan menarik bagi calon pembeli. Pernah saya temui mobil dengan jarak tempuh asli 180.000 km diputar menjadi hanya 15.000 km. Hal ini sangat berbahaya karena:

Banyak komponen mesin yang harus diganti berdasarkan jarak tempuh, seperti timing belt yang idealnya diganti di 100.000 km.

0 Komentar