“Dia melihat ‘astagfirullah’ itu adik saya, itu kakak saya. Memang begitu itu normalnya dan enggak bisa mendekatkan itu sehingga namanya mahram.” tegasnya.
Beliau menyebutkan, jika orang normal tidak mungkin sampai berfikir seperti itu, tapi yang menjadi masalah kita hidup dalam dunia yang sudah pada tidak normal.
“Permasalahannya adalah lagi-lagi mentalnya rusak yang akan mempengaruhi akhlaknya. Kemudian masalah kecemburuan seorang laki-laki. Sekarang ada seorang laki-laki sudah rusak mentalnya, naudubillah ingin melihat istrinya berhubungan dengan laki-laki lain dan sampai divideokan untuk membangkitkan syahwat dirinya. Bahkan bangga kalau istrinya yang tidak berbusana itu disodorkan fotonya ke orang lain. Mana rasa cemburunya? Hilang. Semestinya harus cemburu. Enggak bisa dong. Itu istriku, privasiku, milikku.” sambungnya
Baca Juga:5 Fitur Baru New Honda Vario 160 2025, Bikin Tampilan Makin GaharPenuh Plot Twist, Benarkah Dear Hongrang Ada Season 2?
Buya Yahya menyebut, hal ini muncul karena ada penyebabbnya, yakni matanya sendiri tidak dijaga. Rusak mentalnya karena tontonan film kotor dan sebagainya sehingga dicekoki itu lebih seram daripada sabu-sabu.
Sehingga yang dipikirannya hanya hal kotor itu saja kemudian keropos keimanannya akhirnya mentalnya yang sudah enggak sehat.
“Permasalah ini bukan hanya urusan syahwat saja yang rusak karena tontonan itu. Maka kami ingatkan kalau Anda sering nonton itu, Anda akan merusak pandangan Anda. Anda tidak melihat orang dari sisi baiknya, melainkan selalu mengingatkan syahwat,”
“Jaga mata, kemudian tingkatkan kedekatan Allah. Berzikir, ibadah, baru ada keseimbangan antara ikhtiar zahir sama ikhtiar batin. Insyaallah terjaga semuanya.”
Ikhtiar zahir adalah menjaga mata kita. Ikhtiar batin adalah mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa taala. Wallahuam.
