Makan Berkah Gratis, Inovasi Masjid Daarul Aulia Lembang Makmurkan Jamaah

Usai salat zuhur, pengurus Masjid Daarul Aulia langsung memberikan Makan Berkah Gratis (MBG) ke para jamaah. D
Usai salat zuhur, pengurus Masjid Daarul Aulia langsung memberikan Makan Berkah Gratis (MBG) ke para jamaah. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Masjid Daarul Aulia di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), memiliki cara unik untuk menghidupkan aktivitas masjid.

Setiap selesai salat zuhur berjamaah, pengurus membagikan makan siang gratis kepada para jamaah tanpa memandang latar belakang mereka.

Program yang diberi nama Makan Berkah Gratis (MBG) itu berjalan sekitar empat bulan. Sedikitnya 40 porsi makanan disiapkan setiap hari untuk dibagikan kepada jamaah yang mengikuti salat zuhur berjamaah.

Baca Juga:Peralihan dari Sarimukti ke Legoknangka Berpotensi Tambah Beban Operasional Persampahan di CimahiResmikan Bank Kain Kafan Gratis di Rumah Aspirasi, Fathi: Bantu Masyarakat yang Kesulitan

Pengasuh Masjid Daarul Aulia, Wagi Sungkawa, mengatakan program tersebut dibuat agar masjid tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga menjadi ruang berbagi dan mempererat kebersamaan antarwarga.

“Program ini kami buat agar masjid bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga tempat berbagi dan berkumpul. Siapa pun yang ikut salat zuhur berjamaah, kami persilakan makan bersama tanpa melihat status sosial maupun latar belakangnya,” kata pria yang akrab disapa Abi Wagi, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, pada awal pelaksanaan program, makan siang gratis lebih difokuskan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Namun seiring berjalannya waktu, program tersebut dibuka untuk seluruh jamaah karena tujuan utamanya adalah menghadirkan masjid yang ramah bagi siapa saja.

Ia menilai setiap orang yang datang akan memperoleh manfaat yang berbeda. Bagi masyarakat kurang mampu, program tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan makan. Sementara bagi jamaah yang berkecukupan, kegiatan makan bersama menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan semangat berbagi.

“Program ini tidak membatasi penerima berdasarkan latar belakang tertentu. Musafir, pengemudi ojek online, hingga warga yang sedang melintas dipersilakan menikmati hidangan selama mengikuti salat zuhur berjamaah,” katanya.

Antusiasme masyarakat terhadap program tersebut terus meningkat. Meski setiap hari hanya disiapkan sekitar 40 porsi, jumlah jamaah yang datang kerap melebihi kapasitas. Bahkan pada kesempatan tertentu, pengurus pernah membagikan hingga 250 porsi makanan dalam sehari.

“Sering kali yang datang lebih banyak dari porsi yang kami siapkan. Ada pengemudi ojek online, musafir, pencari rongsokan, pengemis, hingga orang yang sedang dalam perjalanan. Alhamdulillah semuanya bisa berkumpul dan makan bersama,” tuturnya.

0 Komentar