Pemkot Bandung Terus Dorong Relokasi Sukarela Warga Bantaran Sungai Ditengah Ancaman Bencana

Rumah di bantaran sungai Kota Bandung.
Rumah di bantaran sungai Kota Bandung.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sepekan lamanya, Bandung Raya banyak diterjang bencana mulai dari tanah longsor, hingga banjir yang terjadi di kawasan topografi tinggi yaitu Lembang. Hal ini tentunya menjadi sinyal bahaya bagi Kota Bandung yang secara wilayah berada di dataran rendah.

Maka dari itu, Pemerintah Kota Bandung mengimbau warga yang masih tinggal di bantaran dan badan sungai agar segera mempertimbangkan relokasi secara sukarela.

“Banyak rumah yang dibangun di bantaran sungai, bahkan ada yang berdiri di atas aliran air. Dalam kondisi cuaca ekstrem seperti sekarang, risikonya sangat besar. Pemerintah tidak akan menggusur, tapi kami terus mengajak warga untuk secara sukarela pindah demi keselamatan diri sendiri dan keluarga,” ujar Farhan, Selasa (20/5).

Baca Juga:Longsor Hancurkan Kantor Desa Nagreg Kendan, Kades Sewa Bangunan untuk Layanan Publik Marak PHK Besar-besaran, OJK Imbau Perusahaan Pinjol Waspadai Risiko Gagal Bayar

Farhan mencontohkan peristiwa terbaru di mana sebuah rumah roboh karena pondasi tanahnya tergerus air. Beruntung, rumah tersebut sedang dalam keadaan kosong dan tidak menelan korban jiwa.

Farhan mengungkapkan, penataan kawasan sungai seharusnya dilakukan dengan cara memundurkan bangunan minimal dua meter dari bibir sungai, bukan justru mempersempit aliran air.

Farhan menyebut aliran Sungai Cikapundung di kawasan Braga sebagai salah satu contoh kritis yang butuh perhatian khusus. Pemkot Bandung kini menunggu proses penataan kawasan Pajajaran rampung, sebagai langkah lanjutan dalam upaya relokasi berbasis partisipasi warga. (Dam)

0 Komentar