JABAR EKSPRES – Bulan Dzulhijjah sudah tinggal hitungan hari lagi. Bulan terakhir di penanggalan Hijriyah ini memiliki banyak keistimewaan. Apa saja keistimewaan bulan Dzulhijjah, akan dipaparkan secara lengkap dalam naskah khutbah Jumat ini.
Ada beberapa peristiwa penting dalam sejarah Islam yang terjadi di Bulan Dzulhijjah, seperti adanya Hari Raya Idul Adha, peristiwa Qurban Nabi Ibrahim, Haji dan masih banyak lagi.
Dalam setiap peristiwa tersebut ada perintah ibadah didalamnya, seperti sholat Idul Adha, puasa sunah Arafah, puasa Tarwiyah juga puasa dzulhijjah, kemudian berkurban dan berhaji bagi yang mampu.
Baca Juga:Saatnya Berburu Uang Kuno Murah, ini Lokasi Penjualan Ribuan Koleksi Numismatic Terbesar di IndonesiaLarangan Memotong Kuku dan Rambut Bagi yang akan Berqurban, Bagaimana Kalau Sudah Terlanjur?
Apalagi keistimewaan dari bulan Dzulhijjah, berikut uraian lengkapya di naskah khutbah umat kali ini.
Khutbah I
الحمد لِلهِ الَّذِيْ خَلَقَ الزّمَانَ وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَخَصَّ بَعْضُ الشُّهُوْرِ وَالأَيَّامِ وَالَليَالِي بِمَزَايَا وَفَضَائِلَ يُعَظَّمُ فِيْهَا الأَجْرُ والحَسَنَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى الرَّشَادِ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ علَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِه وأصْحَابِهِ هُدَاةِ الأَنَامِ في أَنْحَاءِ البِلاَدِ. أمَّا بعْدُ، فيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى بِفِعْلِ الطَّاعَاتِ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
Hadirin Jama’ah Jumat yang dirahmati Allah Swt.
Pada kesempatan yang mulia ini, di hari yang mulia ini, tak henti-hentinya Khotib mengajak diri sendiri secara pribadi dan kepada Jama’ah semuanya untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. Sebab hanya dengan ketakwaan seorang mukmin bisa disebut mukmin sejati, dan hanya ketakwaanlah sebaik-baiknya bekal untuk menghadapi ujian di kehidupan dunia yang fana ini.
Dalam Al-Qur’an, Allah Swt. berfirman;
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ
“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.” (QS. At-Taubah: 36)
Salah satu bulan dari ke-empat bulan yang dikehendaki dalam ayat tersebut adalah bulan Dzulhijjah, itu artinya bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan yang dimulyakan oleh Allah Swt. sebab sebagaimana kita ketahui bahwa dalam bulan ini terdapat keistimewaan yang tidak ada dalam bulan-bulan yang lain. Dilaksanakannya salah satu rukun Islam yakni haji dan diselenggarakannya hari raya kurban adalah sebagian dari keistimewaan bulan Dzulhijjah.
