27 Penyandang Disabilitas Terima Bantuan Kaki Palsu dari Baznas Jabar

Baznas Jabar
Wakil Ketua II Baznas Provinsi Jawa Barat, Ali Khosim Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Barat (kiri) memberikan kaki palsu secara simbolis kepada perwakilan dari 27 penyandang disabilitas cacat kaki atau tuna daksa.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – guna mendukung mobilitas dan meningkatkan kualitas hidup kaum disabilitas, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Barat (Jabar) memberikan kaki palsu kepada 27 penyandang cacat kaki atau tuna daksa.

Bantuan tersebut diberikan sebagai salah satu komitmen dan wujud nyata kepedulian Baznas terhadap masyarakat, khususnya dalam melayani dan memberdayakan mustahik.

Wakil Ketua II Baznas Provinsi Jawa Barat, Ali Khosim mengatakan, bantuan berupa kaki palsu bagian dari program “Abdi Nagri Nganjang Ka Warga” yang merupakan salah satu inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga:Rekomendasi Hotel di Tokyo yang Menawarkan City View yang IndahRevolusi Good Mining Practice yang Lebih Aman, Efisien, dan Berkelanjutan

”Program ini bertujuan menjalin kedekatan antara pemerintah dan masyarakat melalui pendekatan langsung di lapangan,” katanya, Kamis (15/5).

Penyaluran bantuan sendiri dilakukan di Kantor BAZNAS Jabar, Jl. Soekarno Hatta No. 458 Bandung. Dalam kegiatan ini, para penerima manfaat dapat langsung menjalani proses pengukuran hingga pemasangan kaki palsu, yang dilakukan secara profesional dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.

Pada kesempatan itu, Baznas juga menggelar berbagai kegiatan layanan publik secara terpadu, termasuk layanan kesehatan gratis, konsultasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

”Bantuan kaki palsu gratis untuk penyandang disabilitas ini hasil kerja sama Baznas Jabar dengan komunitas APDL (Aliansi Perempuan Disabilitas dan Lansia),” terangnya.

Ali Khosim mengungkapkan, bantuan merupakan bagian dari ikhtiar Baznas Jabar dalam memastikan setiap rupiah dana zakat yang dikelola dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dia berharap kehadiran Baznas tidak hanya dalam bentuk bantuan materi saja, tetapi juga dalam bentuk kepedulian yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama bagi para penyandang disabilitas.

”Semoga kaki palsu ini menjadi awal dari langkah baru mereka menuju hidup yang lebih mandiri dan produktif,” ujar Ali Khosim.

Baca Juga:Di Tengah Tantangan Inflansi Medis Prudential Janji Tetap Konsisten Berikan Nilai Tambah bagi PesertaBuka Pemahaman Penangan Covid-19 Terhadap Publik, Kombes Pol Yade Tulis Buku Berjudul ’Waspadai The Next Covid!’

Dia juga Berharap bantuan yang diberikan dapat menjadi simbol bahwa penyandang disabilitas pun memiliki hak yang sama untuk hidup dengan layak dan mandiri.

”Kami juga mengajak masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas agar semakin banyak saudara-saudara kita yang terbantu dan bangkit dari keterbatasan,” tandasnya.

Salah satu penerima manfaat, Ibu Atin, menyampaikan rasa syukur dan haru atas bantuan yang diterimanya. Atin mengaku dirinya kini mempunyai semangat baru untuk menjalani hidup.

0 Komentar