Peluang Kerja di Dalam Negeri Menyempit, LLDIKTI Dorong Lulusan Perawat dan Bidan Siap Go Internasional

LLDIKTI Dorong Lulusan Perawat dan Bidan Siap Go Internasional. (Mong / Jabar Ekspres)
LLDIKTI Dorong Lulusan Perawat dan Bidan Siap Go Internasional. (Mong / Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menyusutnya peluang kerja bagi lulusan keperawatan dan kebidanan di dalam negeri menjadi sorotan serius Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman.

Ia menegaskan, saat ini prospek kerja bagi tenaga kesehatan di Indonesia semakin terbatas, sementara kebutuhan di luar negeri justru sangat terbuka lebar.

“Karena tenaga kesehatan itu sangat langka di sana dan hanya bisa dipenuhi orang Asia, dan kita ini hanya bersaing dengan Filipina,” ujar Lukman saat ditemui di Kampus STIKes Budi Luhur, Kota Cimahi, Kamis (15/5/2025).

Baca Juga:Kirim Mahasiswa KIP ke Luar Negeri, Kampus StiKes Budi Luhur Cimahi Buktikan Program Dikelola dengan BaikKadin “Palak” Pengusaha di Cilegon Bikin Gaduh!

Lukman menyebut sejumlah negara seperti Jepang, Jerman, Kuwait, Arab Saudi, hingga Turki saat ini membuka pintu selebar-lebarnya bagi tenaga kesehatan, khususnya perawat dan bidan asal Indonesia.

Namun menurutnya yang jadi permasalahan mendasar muncul dari sisi kesiapan keluarga. “Kendalanya, banyak tenaga kerja di Indonesia, tapi para orang tua belum lapang dada atau belum siap melepas putra-putrinya untuk berkarier di luar negeri,” ungkapnya.

Menurut data LLDIKTI, saat ini terdapat 415 perguruan tinggi di wilayah Jawa Barat dan Banten dengan 29.958 program studi. Dari jumlah tersebut, sekitar 100 program studi bergerak di bidang keperawatan dan kebidanan.

“Dari 100 itu, hanya ada 10 prodi keperawatan yang memang unggul, dan salah satunya adalah STIKes Budi Luhur,” tegasnya.

Ia menilai, STIKes Budi Luhur tak hanya memiliki kualitas akademik unggul, tetapi juga berhasil mencetak lulusan berdaya saing tinggi. Bahkan, dalam skala nasional, dari sekitar 10 juta mahasiswa, hanya sekitar 111.000 orang yang lulus dari bidang tenaga kesehatan setiap tahunnya.

“Di Jawa Barat dan Banten ada 36.000 lulusan terkait keperawatan. Tapi semua ini harus bersaing untuk mendapatkan pekerjaan,” ujarnya.

0 Komentar