Senada dengan itu, Ade Sanusi (70) mengungkapkan, dirinya merasakan gatal-gatal dan penurunan berat badan sejak adanya SUTET di wilayahnya.
“Tenaga juga gak ada, penglihatan terganggu, bahkan dulu saya bisa mengendarai motor tapi sekarang sudah gak bisa,” terang Ade.
Diakui Ade, dirinya rutin memeriksakan kesehatan seminggu dua kali periksa untuk mendapatkan obat dan injeksi dari tenaga medis.
Baca Juga:Tingkatkan Ekonomi Keluarga, Perempuan Indonesia Raya Kabupaten Bogor Aktifkan UMKMAmorim Siap Buang 50 Persen Skuad Setan Merah?
Sidak tersebut dilakukan oleh Komisi IV DPRD Bandung Barat. Mereka meninjau lokasi serta menyerap keluhan masyarakat, terutama di Kampung Babakan Bandung RT 03 dan 06 RW 03.
Hasilnya, wakil rakyat tersebut mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandung Barat untuk melakukan pemeriksaan medis seperti yang dikeluhkan warga, yakni terpapar radiasi dari Sutet tersebut.
“Biar jelas, betul dampak Sutet atau bukan? Karena kan tidak semua warga yang ada di jalur Sutet ini terdampak,” ujar anggota Komisi IV DPRD KBB Wendi Sukmawijaya saat dikonfirmasi.
Dikatakan Wendi, langkah itu dilakukan untuk memeroleh hasil akurat. Karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinkes KBB untuk melakukan pemeriksaan secara medis bagi warga yang sakit akibat dugaan keberadaan SUTET di wilayahnya.
“Supaya terang benderang, apakah betul karena SUTET atau bukan,” katanya.
“Kami akan mendorong Kadinkes untuk menurunkan dokter spesialisnya. Kami pun menjamin, pemeriksaan medis ini gratis,” imbuhnya. (Wit)
