Sudah banyak korban berjatuhan akibat aplikasi penipuan berkedok investasi. Polda Jambi saat ini tengah menyelidiki dugaan penipuan yang melibatkan aplikasi DBC, di mana ratusan orang dilaporkan telah menjadi korban. Warga diminta waspada terhadap skema Ponzi. Puluhan warga Jambi bahkan telah melapor ke pihak kepolisian. Ini menjadi bukti nyata bahwa modus penipuan melalui aplikasi seperti DBC benar-benar merugikan masyarakat. Masih banyak lagi laporan dan berita serupa yang bermunculan, dan tidak menutup kemungkinan aplikasi NEXT15 juga akan menyusul.
Karena itu, saran kami sebaiknya hentikan penggunaan aplikasi semacam ini mulai sekarang sebelum Anda menyesal di kemudian hari.
Apa saja ciri-ciri aplikasi penipuan yang akan berujung pada penipuan (scam)? Umumnya, sebelum aplikasi semacam ini runtuh, mereka akan mengadakan event atau promosi besar-besaran. Jika tanda-tanda ini mulai muncul, bisa dipastikan usia aplikasi tersebut tidak akan bertahan lama lagi. Tujuan dari event besar-besaran ini adalah untuk memancing semangat para pengguna agar terus mengajak orang lain bergabung, sehingga aliran dana tetap masuk.
Baca Juga:10 Rekomendasi Smartphone untuk Penggunaan Jangka Panjang hingga 5 Tahun LebihRekomendasi 7 HP Infinix Layar Amoled Terbaik Pek Tinggi Pada 2025
Yang lebih ironis, dalam beberapa aplikasi penipuan seperti ini, bahkan terdapat struktur jabatan yang dibuat seolah-olah profesional. Ada posisi seperti perwakilan tim dengan gaji bulanan Rp1.200.000, perwakilan daerah, hingga jabatan tertinggi seperti “Presiden Daerah” yang konon bisa menerima gaji bulanan hingga Rp70 juta.
Namun, perlu diketahui bahwa dana tersebut sebenarnya berasal dari setoran atau deposit para anggota. Dengan kata lain, para pengguna secara tidak sadar ikut patungan untuk menggaji para “leader” mereka sendiri.
Tidak hanya itu, para pengguna juga ikut patungan untuk membiayai hadiah-hadiah yang dibagikan melalui undian, seperti motor atau ponsel. Hadiah-hadiah tersebut tidak berasal dari keuntungan bisnis yang nyata, melainkan dari uang para anggota yang terus disetor.
Oleh karena itu, jangan mudah percaya pada aplikasi semacam ini. Cepat atau lambat, skema seperti ini pasti akan scam dan meninggalkan banyak korban.
