JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus berupaya meningkatkan rata-rata lama sekolah (RLS) yang saat ini masih berada di angka 8,39 tahun pada 2024.
Angka ini masih jauh dari target nasional 12 tahun, sesuai dengan kebijakan wajib belajar yang dicanangkan pemerintah pusat.
Sebanyak lima kecamatan di Kabupaten Bogor tercatat memiliki Rata-rata Lama Sekolah (RLS) terendah.
Baca Juga:Gunungan Sampah Kota Bandung Disorot KLH, Pemkot Canangkan 40 Hari Aksi Tanggap Sampah400 Siswa Keracunan Makanan Gratis di Tasikmalaya, Program MBG Jadi Sorotan
Kecamatan tersebut meliputi Pamijahan dengan RLS 7,33 tahun, Sukamakmur 7,30 tahun, Leuwisadeng 7,26 tahun, Ciseeng 7,26 tahun, dan Sukajaya 6,99 tahun.
Bupati Bogor, Rudy Susamto mengakui masih banyak kekurangan pada sektor pendidikan di Kabupaten Bogor.
Kendati begitu, Pemkab Bogor akan membangun sistem pendidikan denag kejar paket di beberapa tempat sebagai upaya menurunkan angka RLS.
“Memang banyak yang harus kami kejar dan kami selesaikan dari sisi infrastruktur pun kami akui masih banyak kekurangan,” ujarnya, Jumat (2/5).
Rudy menegaskan, sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas utama dalam visi-misi kepemimpinannya.
Menurutnya, masih banyak tantangan, terutama dari segi infrastruktur pendidikan yang belum merata di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.
“Kami akan mengejar target ini dengan berbagai program, termasuk program kejar paket di beberapa wilayah serta pemetaan kebutuhan fasilitas pendidikan. Masih ada daerah yang minim sarana pendidikan, dan ini harus segera kami benahi,” kata dia.
Baca Juga:Soal Nenek 80 Tahun Terkubur di dalam Rumah, Polisi Masih Dalami Penyelidikan!Tuai Beragam Kritik, Dedi Mulyadi Tetap Jalankan Pendidikan Militer untuk Anak Nakal
Dalam rangka mempercepat peningkatan kualitas pendidikan, Pemkab Bogor telah menyusun blueprint pendidikan untuk lima tahun ke depan.
Salah satu program utamanya adalah pembangunan sekolah percontohan yang akan diterapkan di tingkat SD dan SMP.
“Tahun ini, kami akan mulai dari sekolah dasar di Muara Beres. Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bagaimana standar sekolah percontohan, baik dari sisi infrastruktur maupun kualitas tenaga pendidiknya,” pungkasnya.
