Namun begitu, tantangan masih ada. Salah satunya adalah jenis plastik PVC yang tidak bisa diproses karena mengandung klorin, yang berpotensi menimbulkan masalah saat dibakar.
“Pada dasarnya multilayer dimungkinkan dengan catatan ada perlakuan khusus, sehingga nanti kita akan upayakan mengumpulkan multilayer,” ujar Wahyu.
Dengan inovasi ini, Wahyu berharap, tidak ada lagi sampah plastik yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
Baca Juga:Gubernur Jabar Hentikan Bantuan Hibah Pesantren, Ono: Jangan Dicoret Begitu Saja!Serap Aspirasi Dapil, Dede Yusuf: Saya Tidak Mau Terjebak oleh Medsos
“Artinya, sampah plastik tidak akan masuk ke TPA atau TPST. Pihak kami akan bereskan dan semua bisa tuntas,” ucap Wahyu.
Lebih jauh, Wahyu berharap Kelurahan Melong bisa menjadi daerah pertama di Cimahi yang benar-benar bebas dari masalah sampah, dan menjadi rujukan untuk daerah lain.
“Pada dasarnya, pirolisis bisa menghasilkan bensin, solar, dan minyak tanah. Tapi kesepakatan kami, dengan situasi yang ada, kita hasilkan sedikit produk bensin dan selebihnya adalah solar,” jelas Wahyu.
Keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan kebutuhan utama di lapangan, khususnya untuk membantu para petani, nelayan, serta pihak pengguna mesin diesel.
“Bukan hanya mereka, di kami TPS3R beberapa alatnya juga menggunakan solar,” tandasnya. (Mong)
