JABAR EKSPRES – Pemerintah melalui perbankan telah menyiapkan pembiayaan berupa kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp300 triliun. Itu sebagai dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menangah (UMKM) naik kelas.
Dari alokasi dana itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mendapat jatah Rp175 triliun. Bank plat merah itu memastikan KUR disalurkan ke sejumlah sektor strategis.
Menurut Hendy, penyaluran ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan ketahanan pangan nasional. Hal itu tercermin dari penyaluran KUR sebanyak 62,43 persen ke sektor produksi.
Baca Juga:Salahkan Sistem Pembuangan ke TPA Sarimukti, Pemkot Bandung Kini Minta Bantuan Pemprov Selesaikan Gunungan Sampah Pasar GedebageBerenang Tanpa Pengawasan, Bocah 4 Tahun Tenggelam di Kolam Sebuah Villa Lembang Bandung Barat
Selain itu, dia juga memastikan bahwa dalam penyaluran KUR pihaknya menerapkan manajemen risiko yang prudent. Per Maret 2025, rasio kredit bermasalah alias non-performing loan (NPL) tercatat 2,29 persen. Dengan demikian, portofolio masih sehat dan pengelolaan risiko yang optimal.
Kemudian di sektor pertanian, kata dia, penyaluran KUR merupakan strategi BRI dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Ini mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Serta mendukung upaya pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan.
“Hal ini sekaligus menunjukkan peran BRI dalam membangun fondasi ekonomi nasional yang tangguh dan inklusif,” jelasnya.
