Salahkan Sistem Pembuangan ke TPA Sarimukti, Pemkot Bandung Kini Minta Bantuan Pemprov Selesaikan Gunungan Sampah Pasar Gedebage

Foto ilustrasi gunungan sampah di Pasar Induk Gedebage. (Dok. Jabar Ekspres)
Foto ilustrasi gunungan sampah di Pasar Induk Gedebage. (Dok. Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Polemik sampah menggunung di pasar Gedebage kembali mendapat atensi publik. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyebut, hal ini imbas tidak diberlakukan jatah pembuangan sampah lokasi tersebut ke TPA Sarimukti.

Lewat pantauan pihaknya, gunungan sampah di bagian belakang pasar Gedebage mencapai 1.120 meter kubik atau 600 ton. Hal tersebut mengakibatkan tumpukan sampah meluber hingga akses jalan.

diakui Farhan, pihaknya telah melaporkan kondisi tersebut kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. Harapannya, Pemprov bisa melakukan pengordinasian dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Baca Juga:Berenang Tanpa Pengawasan, Bocah 4 Tahun Tenggelam di Kolam Sebuah Villa Lembang Bandung BaratPemda Sumedang Jangan Anti Investor, Pengamat Ekonomi: Revitalisasi Pasar Parakanmuncang Ideal Menarik Swasta

Maka dari itu, penyelesaian sampah Gedebage dinilai tak memungkinkan apabila menggunakan seluruh ritase pembuangan sampah harian Kota Bandung ke TPA Sarimukti.

“Pengennya kita angkut langsung, tapi kalau kita angkut langsung dalam waktu 47 hari baru habis. Itu pun kalau kita mendapatkan tambahan 5 ritase dari pemerintah provinsi,” ucapnya.

Untuk mengatasi tumpukan sampah tersebut, pihaknya juga sudah mengirimkan surat ke DLH Provinsi Jawa Barat untuk meminta jatah pembuangan ke TPA, tetapi hingga saat ini belum disetujui.

“Jadi kita gak diam dan sudah rapat juga dengan DLH Provinsi. Kita PT Ginanjar dengan Perumda Pasar sudah inisiatif sendiri buat mencari jalan keluar atas tidak adanya kuota ritase pembuangan ini,” pungkasnya. (Dam)

0 Komentar