Deni juga telah menyiapkan berbagai program dan strategi untuk mensukseskan visi itu. Setidaknya ada 12 program yang dirancang. Mulai dari program market place, menambah kekayaan atau layanan kampus, membangun kekayaan ilmuwan di wilayah, hingga membangun perusahaan unit kerja di lingkungan UPI.
“Kampus perlu perusahaan, jadi kalau ada efisiensi dari pemerintah soal anggaran, maka kampus tidak gelisah. Ini juga bisa menjadi ladang kerja alumni,” cetusnya.
Program lain yang tak kalah menarik adalah berupaya menghadirkan ambassador kampus. “Ini SDM pilihan, misal kami ingin ahli olahraga UPI bisa bersuara di level Asian Games,” terangnya.
Baca Juga:Minta Lebih Fleksibel, IKM: Jangan Kaku Sama Aturan!Selidiki Dugaan Korupsi Dana Hibah Keagamaan Rp30 Miliar di Tasikmalaya, Polda Jabar: 12 Orang Dimintai Klarifikasi
Sebanyak 12 program itu akan dibalut dengan Strategi IIKRAR. Yang merupakan singkatan dari Integritas Managerial, Internasionalisasi, Kualitas SDM, Rekognisi yang layak, Aktif berkolaborasi dan Reorientasi prestasi global. “Dengan demikian semangatnya adalah mewujudkan UPI Multikampus Cemerlang,” ucapnya.
Deni sendiri juga sudah cukup lama berkiprah di dunia pendidikan. Berbagai penghargaan juga banyak dikantongi. Misalnya Peringkat 1 Anugerah Akademik Leader tahun 2023, mendapatkan Gold Winner Scientist versi AD Scientific Index.
Selain itu kiprah dan keahlian Deni Darmawan juga diakui di tingkat dunia. Ia tercatat sebagai Board of Directors Members di Orbicom. Jaringan akademis global di bawah naungan UNESCO.
Di usianya yang sudah tidak muda, Deni juga terus produktif. Mulai dari riset maupun menulis buku. Total sudah ada 62 judul buku diterbitkan.
Harap Pemilihan Fair Play
Kedua bakal calon rektor itu memiliki semangat yang serius dalam membangun UPI. Mereka juga berharap dalam sistem pemilihan rektor ini berjalan secara fair play.
Artinya seleksi yang berlangsung benar-benar menghasilkan pemimpin yang memang berkualitas. Bukan justru pemimpin yang terpilih atas dasar manuver politik tertentu.(son)
