Lulus UKK, Siswa SMKN 2 Bandung Dapat Sertifikat Kompetensi Industri

Salah seorang siswa SMKN 2 Bandung saat mengikui Uji Kompetensi Keahlian teknis pengelasan di ruang praktik, Selasa, 22 April 2025.
Salah seorang siswa SMKN 2 Bandung saat mengikui Uji Kompetensi Keahlian teknis pengelasan di ruang praktik, Selasa, 22 April 2025.
0 Komentar

BANDUNG – Sebanyak 614 siswa kelas XII SMKN 2 Bandung tengah mengikuti Uji Kompetensi Keahlian (UKK) yang akan berlansung selama lima hari dimulai sejak 19 April 2025 lalu. UKK itu merupakan ujian praktik, untuk menilai keterampilan siswa di bidang keahlian mereka.

Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum SMKN 2 Bandung, Saepudin Zuhri, S.Pd. mengatakan, UKK yang dilaksanakan siswa itu berupa model UKK industri. Sehingga kata dia, soal-soal, penguji hingga verifikasi peralatan dari industri yang sudah bekerjasa sama dengan SMKN 2 Bandung.

“Kebetulan kami sudah memiliki dua kelas industri yang menjadi mitra kami. Jadi, pengujinya langsung dari sana (industri),” ujar Saepudin di gedung SMKN 2 Bandung, Selasa (22/4).

Baca Juga:Perluas PTS di Daerah, APTISI Jabar Perkuat Kolaborasi dengan PemprovAnggota DPRD Tom Maskun Laksanakan Penyebarluasan Perda Ketahanan Keluarga di Naringgul Cianjur

Tak hanya itu, lebih jauh dia memaparkan, mitra industri juga yang menentukan kelulusam siswa peserta UKK. “Jadi, mereka yang memberikan penilaian dan yang menentukan lulus tidaknya siswa. Kami hanya memfasilitasi dan mempersilahkan penguji siswa kami,” katanya.

Bagi siswa yang dinyatakan lulus UKK, Saepudin melanjutkan, maka siswa tersebut akan mendapatkan sertifikat kompetensi yang dikeluarkan perusahaan tersebut. Sementara bagi siswa yang tidak lulus, diharuskan mengulang UKK kembali.

“Siswa yang lulus ada potensi direkrut oleh perusahaan industri itu. Bahkan beberapa siswa sudah ada yang direkrut,” ungkapnya.

Saepudin pun berharap, agar para siswa yang memiliki skill dan soft skill bisa cepat beradaptasi dengan dunia kerja.

Di lokasi yang sama, Ketua Program Keahlian Teknik Mesin SMKN 2 Bandung Indra Kustiawan, S.Pd. menambahkan, bahwa Jurusan Teknis Mesin dibagi menjadi dua. Yaitu teknis mesin sebagai program keahlian dan konsentrasi. “Kalau konsentrasi ada dua juga, yaitu teknis permesinan dan desain gambar mesin,” sebut Indra.

Indra merincikan, jurusan teknis mesin itu memiliki lima kelas, sementara jurusan Desain Gambar Mesin terdiri dari dua kelas.

“Kalau yang sedang berlangsung mengikuti UKK ini adalah tes praktik. Sedangkan Desain Gambar Mesin (DGM) sudah selesai UKK sejak 19 April 2025 lalu,” ungkapnya.

Baca Juga:Wamensos Ajak Kampus dan Mahasiswa Terlibat Tuntaskan Kemiskinan EkstremJemaah Umrah Dago Wisata Bandung Terlantar di Mesir, Keluarga Khawatir!

Sementara materi UKK kata Indra, berupa permodelan dua dimenssi dan tiga dimensi untuk jurusan DGM. Untuk permesinan, berupa teori pembubutan. “Untuk pengujinya ada dua dari perusahaan,” pungkasnya.

0 Komentar