JABAR EKSPRES – Tim Saber Pungli Kota Banjar kembali menunjukkan taringnya dengan menggelar operasi penertiban juru parkir liar (jukir) yang marak beraksi di sejumlah toko modern, kantor perbankan, hingga area ATM.
Aksi para jukir ilegal ini dinilai tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga mengeksploitasi fasilitas publik untuk keuntungan pribadi, meresahkan masyarakat, dan merusak tata kelola parkir yang semestinya gratis.
Wakil Ketua Unit Pelaksana Pengawasan dan Penindakan (UPP) Saber Pungli Kota Banjar, Agus Muslih, menegaskan bahwa praktik pungutan liar parkir merupakan bentuk pelanggaran sistemik yang harus diputus.
Baca Juga:Samsat Soreang Respons Positif Usulan Penambahan Titik Layanan dan Tingkatkan Fasilitas Prioritas Lansia, Ibu Hamil dan DisabilitasDemi Gelar Juara, Persib Siap Sapu Bersih 6 Laga Sisa!
“Mereka memanfaatkan ketiadaan petugas resmi di lokasi strategis untuk mendapat keuntungan secara ilegal,” tegas Agus dalam keterangan resminya, Rabu (16/4/2025).
Operasi yang melibatkan empat tim gabungan ini menyasar lokasi-lokasi ramai seperti pertokoan modern dan bank, di mana para jukir liar kerap ‘mengklaim’ lahan parkir sebagai wilayah kekuasaannya.
Ironisnya, sebagian besar pelaku merupakan warga sekitar yang memanfaatkan kedekatan lokasi untuk mengail keuntungan ilegal.
“Mereka mengaku ‘menjaga’ kendaraan, padahal tidak memiliki izin atau seragam resmi. Ini jelas penyelewengan wewenang,” tambah Agus.
Fakta mengejutkan terungkap dari pengakuan salah satu jukir liar yang tertangkap, Waluyono. Ia mengklaim telah ‘menguasai’ lahan parkir di halaman Bank BRI Langensari Kota Banjar selama tiga tahun dengan pendapatan bersih hingga Rp60.000 per hari.
“Saya rata-rata mendapat Rp60 ribu bersih per hari,” ujarnya.
Pengakuan ini memperlihatkan betapa praktik ilegal ini telah berlangsung lama dan dianggap lumrah, bahkan oleh pelakunya sendiri.
Masyarakat pun gerah. Setiap parkir di minimarket atau ATM selalu ada juru parkir. Kalau tidak diberi, mereka kadang menunjukkan muka ketus. Fenomena ini menegaskan bahwa keberadaan jukir liar bukan hanya masalah pungli, tetapi juga ancaman terhadap ketidaknyamanan warga.
Baca Juga:Film Jumbo Tembus 3 Juta Penonton, Animator Cimahi Unjuk Gigi di Kancah NasionalTerkait Dugaan Mafia Tanah di Sengketa Lahan Sukahaji, BPN Masih Tunggu Validasi Polisi
Ke depan, Tim Saber Pungli berjanji terus memperluas operasi ke lokasi lain, termasuk permukiman dan pusat keramaian.
