Samsat Soreang Respons Positif Usulan Penambahan Titik Layanan dan Tingkatkan Fasilitas Prioritas Lansia, Ibu Hamil dan Disabilitas

Ratusan warga Kabupaten Bandung, tengah mengantre untuk membayar pajak kendaraan bermotor (PKB) di Samsat Soreang. Foto Agi
Ratusan warga Kabupaten Bandung, tengah mengantre untuk membayar pajak kendaraan bermotor (PKB) di Samsat Soreang. Foto Agi
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Samsat Soreang menyambut baik usulan Bupati Bandung Dadang Supriatna terkait penambahan lokasi layanan demi mendukung kelancaran Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor yang masih berlangsung hingga 30 Juni 2025.

Kepala Samsat Soreang, Doni Firyanto, mengatakan bahwa pihaknya terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak demi memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi usulan dari Pak Bupati. Saat ini kami sedang menghitung kebutuhan personil dan sarana prasarana agar pelaksanaan bisa berjalan efektif,” ujar Doni saat dikonfirmasi, Rabu (16/4/2025).

Baca Juga:Demi Gelar Juara, Persib Siap Sapu Bersih 6 Laga Sisa!Film Jumbo Tembus 3 Juta Penonton, Animator Cimahi Unjuk Gigi di Kancah Nasional

Tiga lokasi yang diusulkan sebagai titik layanan tambahan yaitu RSUD Otista, Pasar Ikan Modern (PIM), dan kantor Baznas.

Lokasi-lokasi tersebut dinilai cukup strategis karena berada tak jauh dari kantor Samsat Soreang, sehingga dapat menjadi alternatif warga yang ingin memanfaatkan program pemutihan.

“Kalau secara jarak cukup dekat, hanya tinggal disesuaikan teknisnya. Ini sedang kami bahas lebih lanjut dengan Tim Pembina dan mitra terkait,” jelasnya.

Selain itu, sebagai bagian dari upaya peningkatan pelayanan, Samsat Soreang juga menyiapkan jalur khusus bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih.

Layanan prioritas disediakan bagi lansia, ibu hamil, dan disabilitas agar mereka tak perlu berdesakan dalam antrian panjang.

Diketahui juga beberapa waktu lalu antrian kendaraan di Samsat Soreang ini membludak hingga ke jalan raya, bahkan sempat viral di media sosial.

“Antusiasmenya masih sangat tinggi. Antrean sudah dimulai sejak subuh. Setiap hari evaluasi dilakukan agar layanan tetap bisa maksimal,” ucap Doni.

Baca Juga:Terkait Dugaan Mafia Tanah di Sengketa Lahan Sukahaji, BPN Masih Tunggu Validasi PolisiGedung Kesenian Kabupaten Bogor Bakal Disulap Jadi Ruang Kreatif

“Ini bagian dari komitmen kami untuk memberikan pelayanan yang ramah dan inklusif. Kami tidak hanya fokus pada kecepatan, tapi juga kenyamanan,” lanjutnya.

Ia juga menambahkan bahwa masyarakat diimbau untuk mempersiapkan semua dokumen dengan lengkap sebelum datang, dan memastikan informasi yang diterima berasal dari kanal resmi Samsat.

Hal ini guna menghindari antrean ulang dan potensi penipuan dari pihak tidak bertanggung jawab.

0 Komentar