Cegah Banjir, Pemkot Bandung Sorot Perbaikan Tanggul dan Drainase

Ilustrasi: Genangan banjir akibat buruknya drainase di Kota Bandung. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Ilustrasi: Genangan banjir akibat buruknya drainase di Kota Bandung. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah memaksimalkan penanganan di sejumlah wilayah rentan banjir, salah satunya kawasan Komplek Guruminda, Cisaranten Kulon, Kecamatan Arcamanik.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menuturkan, saat ini pihaknya berfokus pada perbaikan tanggul dan sistem drainase. Hal demikian sejalan dengan laporan warga soal banjir tahunan yang kerap terjadi di kawasan tersebut.

Menurut Erwin, salah satu penyebab utama banjir adalah tanggul yang rutin jebol setiap tahun.

Baca Juga:Bazar Murah Kembali Hadir di Kota Bandung, Stok Beras Dijamin Lebih Siap!Suami Adelia Septa Resmi jadi Tersangka KDRT, Polisi Siap Jemput Paksa!

“Ternyata ada tanggul yang bocor, dan memang hampir tiap tahun jebol,” ungkap Erwin saat meninjau lokasi, belum lama ini.

Tak hanya memperbaiki tanggul, sistem drainase yang dianggap sudah tidak memadai juga menjadi sorotan.

Erwin menyebut pihaknya telah meminta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) untuk segera turun menangani kondisi tersebut.

Adapun warga mengusulkan perbaikan drainase secara menyeluruh, termasuk pendalaman, pelebaran, serta pemasangan grill.

Mereka juga meminta agar saluran air tidak dibeton sepenuhnya agar aliran tetap lancar saat hujan deras.

“Insyaallah sekarang sudah kami perbaiki. Kami pastikan kualitas dan kuantitas perbaikannya jauh lebih baik,” sebutnya.

Sebagai bagian dari penanganan jangka pendek, Pemkot telah menambah kolam retensi dan akan terus mencari lokasi tambahan.

Baca Juga:7 Tahun Pesangon Tak Dibayar, Eks Buruh PT Matahari Sentosa Jaya Cimahi Tuntut Kejelasan!Warga Bandung Barat Sambut Baik Rencana Reaktivasi Kereta Api Jalur Cipatat-Padalarang

Selain itu, Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga (DSDABM) diminta menempatkan pompa penyedot air di titik rawan genangan agar banjir cepat surut.

Dia menambahkan, terdapat upaya jangka panjang juga dilakukan melalui program reboisasi untuk meningkatkan daya serap air dan mengurangi risiko banjir akibat berkurangnya ruang hijau.

Erwin menegaskan, komitmennya untuk terus berupaya memberikan penanganan terbaik meskipun kendala selalu ada di lapangan.

“Saya pun siap berkoordinasi langsung dengan dinas dan masyarakat untuk mempercepat penanganan,” pungkasnya.

0 Komentar