JABAR EKSPRES – Paska scamnya aplikasi investasi bodong AKQA, membuat para membernya masih terus berusaha mencari cara untuk mengambil kembali uangnya.
Salah satunya dengan bergabung di paguyuban para korban untuk menempuh jalur hukum guna menyeret para pelaku penipuan.
Satu-satunya paguyuban resmi yang menaungi para korban untuk melakukan upaya hukum ada di grup Whatsapp, dengan nama “Paguyuban upaya hukum korban AKQA”.
Baca Juga:Kinerja Penyampaian SPT Tahunan 12 April 2025Tekad Arsenio Bawa Astra Honda Juarai Kejurnas Motocross 2025
Dipantau Jabar Ekspres pada Senin (14/4) pagi, Grup tersebut kini beranggotakan 818 orang. Mereka sedang melakukan inventarisir jumlah kerugian yang diderita setiap member dengan membuat daftar kerugian korban.
Diprediksi jumlah total kerugian korban bakal mencapai Rp25 Miliar, pasalnya anggota grup masih terus bertambah demikian juga yang mengisi list.
Para korban datangd ari berbagai wilayah di Indonesia, bukan hanya dari Kota besar, banyak juga yang datang dari daerah-daerah terpencil.
Jika kerugian mencapai Rp25 Miliar, maka tim hukum yang membantu para korban bisa mengajukan pelaporan langsung ke Bareskrim Polri, sebagai salah satu syaratnya.
Jika Bareskrim yang turun tangan, maka penyelidikan bisa lebih mendapatkan atensi dari para pimpinan Polri dan bisa dilakukan lintas negara.
Selain itu, target pelakunya, bukan hanya para leader di daerah-daerah, melainkan juga para bandar aplikasi Ponzi yang diduga berasal dari China Daratan yang mengoperasikan penipuannya dari Negara Kamboja.
Meski sudah dikoordinir dengan rapi, namun menurut Anggi, salah satu admin dari grup tersebut menyebutkan kekhawatirannya, jika ada pihak-pihak yang juga memanfaatkan kesempatan, dengan mengaku sebagai tim hukum dari paguyuban dan meminta sejumlah uang kepada para korban.
Baca Juga:Anjuran Berteman dengan Orang Shaleh, Ternyata ini AlasannyaLink Dana Kaget Terbaru, Saldo DANA Gratis Rp150.000 Bisa Langsung Diklaim Sekarang
“Jika sampai ada yang mengaku sebagai tim hukum dan meminta sejumlah uang, bisa dipastikan itu penipu, karena kami masih fokus dengan pengurusan jumlah kerugian, dan mempersiapkan berkas-berkas yang dibutuhkan, ” ujarnya memberikan peringatan kepada para korban.
Karenanya dia meminta para korban untuk tidak terpengaruh pada orang-orang yang pesimis dengan upaya hukum yang akan ditempuh.
