JABAR EKSPRES – Dinas Perdagangan dan Industri (Disperdagin) Kabupaten Bogor menilai daya beli bahan pokok masyarakat masih stabil, meski mengalami penurunan akibat pelemahan nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Tertib Niaga Disperdagin Kabupaten Bogor, Anton Sujana, Kamis (10/4/2025). Menurutnya, pelemahan nilai rupiah belum begitu berpengaruh di wilayahnya.
Adapun bagi masyarakat yang ingin melihat harga bahan pokok, dapat mengangkes aplikasi Data Informasi Harga (Dirga). Sebab, aplikasi tersebut memuat daftar harga bahan pokok di berbagai pasar di Kabupaten Bogor.
Baca Juga:Pelantikan Rektor Baru Unjani Kota Cimahi, Wagub Jabar Soroti Mutu Pendidikan dan Peluang Kerja LulusanMiris, Walhi Cacat Penyusutan Tutupan Lahan di Jawa Barat Capai 1 Juta Hektare!
Lebih lanjut, Anton menambahkan, pihak Disperdagin akan menginformasikan terkait perkembangan harga bahan pokok di pasar-pasar kepada tim pengendali inflansi Kabupaten Bogor.
“Kita berharap dampak kepada masyarakat itu terpenuhi aja, stok tersedia itu tugas kita. Seandainya ada kelangkaan minyak di salah satu pasar kita pasok,” pungkasnya.
Sebagai informasi, nilai tukar rupiah kembali menguat menjadi Rp 16.883 per dolar AS, pada Kamis (10/4) Pagi.
Sementara kemarin, kurs rupiah jatuh dengan nilai Rp 16.911 per dolar AS yang sebelumnya Rp 16.891 per dolar AS pada Rabu (9/4) Pagi kemarin.
