Antusias Pemutihan Denda STNK, MPP Kota Bandung Dipadati Masyarakat Jelang Lebaran

Warga mengantre di loket verifikasi cek fisik dalam rangka mengikuti program pemutihan pajak di Samsat Kawaluyaan, Kota Bandung, Senin (24/3). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Warga mengantre di loket verifikasi cek fisik dalam rangka mengikuti program pemutihan pajak di Samsat Kawaluyaan, Kota Bandung, Senin (24/3). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKPRES – Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bandung mengalami lonjakan pengunjung menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 H. Sejak awal Ramadan, antrean panjang terlihat di berbagai loket layanan.

Terutama untuk pengurusan SIM, administrasi kependudukan di Disdukcapil, serta Samsat. Ketua Tim Pengelola MPP dan GPP Kota Bandung, Deden Rusyana, menyebut salah satu faktor utama tingginya kunjungan masyarakat adalah kebijakan tersebut.

Menurutnya, pemutihan denda STNK yang diberlakukan pemerintah itu, dimanfaatkan warga untuk menyelesaikan administrasi kendaraan mereka sebelum libur Lebaran.

Baca Juga:Taman Safari Bogor Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim, Usung Tema ‘Menjalin Kebersamaan Dalam Keberagaman’THR Belum Dibayar, Ratusan Buruh PT Namasindo di Bandung Barat Mogok Kerja

“Terlebih lagi, adanya kebijakan pemutihan denda STNK yang diberlakukan oleh pemerintah,” ungkap Deden saat ditemui sela-sela pemantauan, Selasa (25/3).

Dengan jam operasional yang disesuaikan selama Ramadan pukul 07.30 WIB hingga 13.30 WIB pada hari kerja dan hingga pukul 14.00 WIB pada hari Jumat, banyak warga memilih datang lebih awal agar mendapat nomor antrean lebih cepat.

“Membuat warga Kota Bandung semakin antusias untuk mengurus dokumen-dokumen penting ini menjelang Lebaran,” imbuhnya.

MPP Kota Bandung akan tetap melayani masyarakat hingga 27 Maret 2025 sebelum tutup sementara selama libur Idulfitri dan kembali beroperasi pada 8 April 2025.

“Semoga dengan langkah-langkah ini, masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan lebih tenang dan nyaman, tanpa terbebani urusan administrasi yang tertunda,” pungkasnya.

0 Komentar