JABAR EKSPRES – PT Pertamina Patra Niaga akan membentuk satuan tugas (satgas) guna memastikan ketahanan stok Bahan Bakar Minyak (BBM), yang diprediksi mengalami lonjakan permintaan saat Ramadan hingga menjelang Idul Fitri 1446 Hijriah atau tahun 2025.
Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas Harian (PTH) Direktur Utama Pertamin Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra dalam rapat bersama dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Selasa (11/3).
Pertamax Turbo naik 15 persen dari 734 kiloliter per hari menjadi 844 kiloliter per hari, Pertamax Green naik 93,3 persen dari 17 kiloliter per hari menjadi 33 kiloliter per hari, sementara untuk Dex dan Pertalite masing-masing mengalami kenaikan permintaan menjadi 816 kiloliter per hari, dan 82.969 kiloliter per hari.
Baca Juga:SDN Cibabat Mandiri 1 Cimahi Batal Gelar Perpisahan di Luar SekolahTren Kasus Kekerasan Pada Anak dan Perempuan di KBB Meningkat di Awal Tahun 2025
Selain itu, kata dia, pihaknya juga memprediksi akan adanya peningkatan permintaan masyarakat terhadap Liquified Petroleum Gas (LPG), semula 28.412 metrik ton per hari menjadi 30.240 metrik ton per hari.
Adapun pembentukan satgas ini akan dimulai pada 17 Maret hingga 13 April mendatang. “Di awal, satgas ini seluruh tim kami melakukan quality control assurance untuk memastikan kualitas dan kuantitas BBM maupun LPG yang disalurkan kepada masyarakat tepat jumlah, tepat kualitas sesuai standar yang berlaku,” kata dia.
Untuk Pertalite memiliki ketahanan stok rata-rata selama 20 hari, Pertamax memiliki ketahanan 26 hari, Biosolar 21 hari, Avtur 30 hari, dan LPG 13,9 hari.
