JABAR EKSPRES – Modifikasi Cuaca di Jawa Barat dimulai, Selasa (11/3). Itu sebagai salah satu langkah untuk mencegah bencana hidrometeorologi yang bakal terjadi di Jabar.
Satu unit pesawat Cassa 212 diberangkatkan dari Lanud Husein Sastranegara, Kota Bandung, Selasa Siang. Pesawat milik TNI AU itu mengangkut sekitar 800 kilogram garam.
Dedi melanjutkan, modifikasi cuaca itu satu dari sekian usaha yang dilakukan Pemprov dalam mitigasi bencana. Sebelumnya, pihaknya telah melakukan langkah tegas membenahi tata ruang di kawasan puncak.
Baca Juga:Pelimpahan Berkas Perkara jadi Sebab Praperadilan Hasto Gugur?Kejagung Didesak Percepat Usut Kasus Korupsi Pertamina, Bamsoet: Ungkap Semua yang Terlibat!
Yakni membongkar bangunan di kawasan wisata Hibisc Fantasy Puncak milik anak usaha PT Jaswita Jabar. Kawasan itu juga langsung dikembalikan sesuai fungsinya, dengan ditanami pohon. “Kami berani bongkar kawasan yang seharusnya menjadi daerah resapan air,” ujarnya.
Dedi melanjutkan, pihaknya juga bergerak untuk membenahi Daerah Aliran Sungai (DAS). Ia berharap berbagai upaya itu bisa efektif dalam menekan bencana di Jabar.
Sementara itu, Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto menambahkan, di dasa ke 2 Maret ini prediksi curah hujan di wilayah Jabar memang lagi tinggi – tingginya. “Modifikasi cuaca tidak menghilangkan hujan, tapi upaya untuk mengurangi curah hujan,” cetusnya.(son)
