JABAR EKSPRES – Jenis makanan ini terbilang langka dan masih jarang orang yang tahu. Namun di masyarakat Sunda Sayur Lompong sudah sangat terkenal dengan disajikan sayur atau ditumis.
Dikalangan masyarakat sunda, Sayur Lompong, biasanya dibuat di wilayah pedesaan. Sebab makanan ini sudah jadi tradisi. Apalagi jika datang bulan Ramadan. Sayur Batang Daun Talas ini seakan wajib jadi menu berbuka puasa.
Bagi yang ingin tahu, bagaimana cara mengolah sayur lompong menjadi hidangan lejat, pada kali ini resep sederhana bikin Sayur Lompong akan di jelaskan pada tulisan kali ini.
Baca Juga:THR Harus Dibagikan Paling Cepat Tiga Minggu Sebelum LebaranTB Hasanuddin Sentil Kenaikan Pangkat Mayor Teddy ke Letkol
Akan tetapi, sebelum memasak diperlukan trik khusus untuk mengolah batang daun talas agar menjadi hidangan dan santapan yang menggugah selera.
Menu ini sangat populer pada era 1950. Biasanya, dimasak dengan kuah santan dan rempah-rempah spesial. Mirip dengan sayur lodeh.
Sayur lompong pada jaman nenek moyang dulu adalah menu masakan tanpa minyak, sehingga khasiatnya tidak perlu di ragukan lagi.
Lompong harus diproses dulu sebelum dimasak. Karena kalau tidak, biasanya akan membuat mulut dan sekitarnya terasa gatal cenut-cenut setelah makan. Biasanya orang akan merebusnya 1x sebelum dimasak dan dibumbui.
Tanaman talas untuk menu masakan Lompong sering diabaikan karena getahnya yang gatal, masyarakat Jawa berhasil mengolahnya khususnya kp.Jabeng menjadi masakan lezat dengan teknik tertentu. Diantaranya dengan teknik perendaman dan perebusan.
Berbicara tentang kuliner favorit tentu tidak bisa digeneralisir sama kepada semua orang. Ada orang yang suka dengan masakan tradisional dengan proses penyajian yang agak lama, ada juga orang yang suka dengan jenis kuliner cepat saji.
Ada orang yang suka makanan tertentu karena rasanya yang enak, namun ada juga yang menyukai makanan karena khasiatnya untuk kesehatan, meskipun rasanya kurang bersahabat di lidah.
