“Ketinggian paling tinggi itu tadi sampai sepinggang orang dewasa. Kalau kemarin malah lebih sedada orang dewasa,” ujarnya saat ditemui.
Banjir ini berdampak pada hampir semua RT di RW 13. Bahkan, satu rumah dan satu mushola rusak parah. “Hampir semua wilayah RW 13 kena dampak banjir. RT 07 saja ada sekitar 50 KK atau 100 jiwa terdampak,” ungkap Atep.
Sebagian warga sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman, sementara yang lainnya menumpang di rumah tetangga yang memiliki lantai dua.
Baca Juga:Persib Kehilangan Sejumlah Pemain, Hodak Tak Anggap Remeh Semen PadangPria Bertato Nekat Curi Motor di Rumah Sakit, Polisi Amankan Barang Bukti
“Kalau pengungsian khusus tidak ada, cuman ada beberapa warga yang rumahnya ada dua tingkat. Mungkin dipakai pengungsian untuk sementara ini. Jadi ada beberapa warga yang mengungsi ke rumah warga lainnya yang lebih tinggi. Lalu ada yang mengungsi ke saudaranya di luar sini,” ungkapnya.
Meski rumah terendam, banyak warga yang tetap menjalankan puasa dengan berbagi makanan. “Alhamdulillah, warga saling membantu. Saat sahur, mereka makan seadanya, seperti mie instan atau telur,” ungkap Atep.
Atep berharap agar pemerintah segera menyelesaikan proyek tanggul Sungai Cigede yang belum rampung untuk mengurangi dampak banjir. “Harapan kami, tanggul yang belum selesai ini bisa segera dibangun untuk mengurangi dampak banjir di wilayah kami,” pungkasnya.
