Banjir Belum Surut, Warga Dayeuhkolot Kesulitan Sahur dan Buka Puasa

Banjir merendam rumah warga di Kampung Babakan Leuwi Bandung, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Foto Agi Ilman/Jabar Ekspres
Banjir merendam rumah warga di Kampung Babakan Leuwi Bandung, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Foto Agi Ilman/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Hujan lebat yang turun sejak Jumat (7/3) menyebabkan banjir yang melanda beberapa wilayah di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, belum surut hingga Senin (10/3/2025).

Banjir tak hanya merendam pemukiman warga, tetapi juga menggenangi Jalan Raya Dayeuhkolot. Meski ketinggian air mulai menurun, kendaraan roda dua dan empat masih kesulitan melintas.

Di Kampung Babakan Leuwi Bandung, Desa Citeureup, banjir setinggi satu setengah meter memaksa warga untuk mengungsi akibat meluapnya Sungai Cikapundung yang akhirnya bermuara ke Sungai Citarum.

Baca Juga:Persib Kehilangan Sejumlah Pemain, Hodak Tak Anggap Remeh Semen PadangPria Bertato Nekat Curi Motor di Rumah Sakit, Polisi Amankan Barang Bukti

Ketua RW 01, Yomi Triadiansyah (42), menjelaskan bahwa banjir kali ini bukan hanya disebabkan oleh hujan deras, tetapi juga tingginya debit air yang datang dari Kota Bandung.

“Jadi emang banjir disini mah luapan air dari Kota Bandung. Kalau disini meskipun gak hujan tapi air dari Kota tinggi pasti kena banjir,” ujarnya saat ditemui, Senin (10/3/2025).

Menurut Yomi, banjir kali ini lebih parah karena air naik dengan cepat hingga mencapai ketinggian satu setengah meter.

“Biasanya hanya sekitar 30-50 cm, tapi karena hujan deras di berbagai tempat, air akhirnya mengalir ke wilayah kami,” tambahnya.

Banjir mulai naik pada waktu berbuka puasa pada Jumat malam dan terus meninggi hingga pukul 02.00 dini hari. Beberapa warga bahkan tidak bisa sahur karena dapur rumah mereka terendam air.

Sebanyak 10 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 30 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Beberapa di antaranya menumpang di rumah kerabat atau tetangga yang memiliki lantai dua.

“Jadi kami tempatkan sementara di bale, walaupun kondisinya masih terbuka. Tapi ada juga warga yang ikut sama tetangganya,” ungkapnya.

Baca Juga:Melawat ke Padang, Persib Jaga Asa di Puncak Klasemen Liga 1Mentan Amran Tegaskan Penutupan 3 Perusahaan Minyakita jika Terbukti Langgar Takaran

Warga berharap pemerintah segera memberikan solusi untuk mengatasi banjir yang sering terjadi di daerah tersebut. “Kami tidak berharap banjir ini langsung hilang, tapi setidaknya setiap tahun ada pengurangan debit air. Mungkin pihak terkait bisa berdiskusi dengan kami, karena kami tahu solusi terbaik untuk daerah ini,” tuturnya.

Kondisi serupa juga terjadi di Kampung Sukabirus, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot. Ketua RT 7 RW 13, Atep Usman, mengatakan banjir yang melanda wilayahnya mencapai ketinggian setinggi dada orang dewasa akibat luapan Sungai Cigede.

0 Komentar