Dampak BBM Pertamax Tercampur, Ahli Mekanik Beri Saran Antisipasi Performa Kendaraan Menurun

Pengendara mengisi bahan bakar Pertamax non subsidi di SPBU Pertamina di Jalan Riau, Kota Bandung, Sabtu (8/3). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Pengendara mengisi bahan bakar Pertamax non subsidi di SPBU Pertamina di Jalan Riau, Kota Bandung, Sabtu (8/3). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES  – Kasus dugaan pencampuran BBM Pertamax akibat korupsi di Pertamina berpotensi merugikan pengguna kendaraan.

Ahli mekanik, Hendi Oktaviana, yang telah berpengalaman menangani kendaraan sejak 2011, menjelaskan bahwa bahan bakar yang tercampur dapat berdampak serius terhadap mesin.

“Kalau yang berdampak banget ke mesin, ada. Selain itu juga ngaruh ke performa motor. Tekanan pompa bisa tersumbat, filter harus bekerja lebih keras memfilter kotoran sehingga aliran bensin terhambat. Ini menyebabkan performa kendaraan menurun,” kata Hendi kepada Jabar Ekspres, Sabtu (8/3).

Baca Juga:Buntut PHK Massal PT Bapintri Berujung Kesepakatan, Eks Karyawan Terima Pesangon Dicicil 24 KaliMasjid Ramah Lingkungan: Berbuka Puasa Tanpa Sampah di Al Lathiif

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penyumbatan dapat berlanjut ke injektor. Motor kecil yang memiliki enam lubang injektor, atau motor besar dengan delapan lubang, bisa mengalami masalah dalam penyemprotan bahan bakar.

“Kalau injektor tersumbat, pull pump kecil, pengapian jadi enggak sempurna, pembakaran ke busi jelek, akhirnya jadi boros,” ujarnya.

Menurut Hendi, pencampuran BBM ini menyebabkan penurunan kualitas bahan bakar, sehingga kendaraan yang biasanya irit justru menjadi lebih boros.

Perubahan RON juga mempengaruhi tekanan kompresi mesin yang biasa menggunakan Pertamax. Hal ini dapat berdampak pada efisiensi pembakaran serta performa tarikan kendaraan.

Meski belum ada laporan resmi dari pengguna, Hendi mengaku beberapa pelanggan mengeluhkan tarikan kendaraan yang tersendat. Namun, ia menegaskan bahwa penyebabnya masih harus dipastikan lebih lanjut.

“Bisa juga karena cara pemakaian, tapi kalau mesin masih bagus dan tiba-tiba berebet, kemungkinan besar karena BBM yang tercampur,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut, ia menyarankan agar pengguna kendaraan rutin memeriksa tekanan pompa bahan bakar saat servis di bengkel. Jika ada penurunan performa atau tekanan tidak sesuai standar, pengguna bisa mengecek filter bahan bakar, melihat apakah ada kotoran, atau memeriksa tangki dari kemungkinan karat akibat campuran bahan lain.

Baca Juga:Korban Jiwa Akibat Banjir dan Longsor di Sukabumi Bertambah Jadi 3 OrangAkses Jalan Dayeuhkolot Terputus Akibat Banjir Sedalam 1 Meter,  Warga Berharap Solusi Cepat

“Kalau tarikan gas terasa tersendat, itu tanda harus dicek. Kalau penyumbatan di tekanan pompa banyak, mesin bisa mati total karena injektor enggak nyampe ke ruang bakar,” pungkasnya.

0 Komentar