JABAR EKSPRES – Pada 22 hingga 26 Juli 2024, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKn) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sukses melaksanakan kegiatan pengabdian dan riset kolaborasi yang melibatkan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dan Sekolah Indonesia Johor Bahru, Malaysia. Kegiatan ini bertemakan “Penguatan Karakter Nasionalisme dalam Konteks Pelajar Negara Multikultur” dan diadakan dengan tujuan untuk memperkuat karakter nasionalisme di kalangan pelajar dari negara-negara dengan masyarakat multikultur.
Rombongan PKn UPI, yang terdiri dari 40 peserta, termasuk 10 dosen dan 30 mahasiswa dari berbagai jenjang program, yaitu sarjana, magister, dan doktor, dipimpin oleh Dr. Susan Fitriasari, M.Pd. Mereka tiba di Aula Fakultas Sains dan Kemanusiaan, Universiti Kebangsaan Malaysia, untuk mengikuti serangkaian kegiatan yang telah direncanakan dengan penuh antusiasme. Rombongan tersebut disambut baik oleh Direktur Kerjasama Internasional Universiti Kebangsaan Malaysia, Prof. Dr. Sity Daud, yang menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif pengabdian dan riset kolaborasi yang dilakukan antara kedua institusi tersebut.

Kegiatan pengabdian ini berlangsung selama tiga hari dan melibatkan total 150 mahasiswa internasional dari Universiti Kebangsaan Malaysia dan Universitas Pendidikan Indonesia sebagai responden. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk menumbuhkan semangat nasionalisme yang inklusif, mengingat pentingnya penguatan karakter di tengah keberagaman masyarakat yang multi etnis dan multikultural. Penguatan karakter nasionalisme ini tidak hanya dilakukan dalam ruang lingkup pendidikan formal, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang mendukung toleransi dan kebersamaan di antara berbagai kelompok sosial.
Baca Juga:Anya Geraldine Mendadak Dangdut di Bioskop, Catat Tanggalnya!Iftar Rasa Nusantara: Nikmati Sensasi Berbuka Puasa yang Berbeda di Moxy Hotel Bandung
Sebagai hasil dari kegiatan pengabdian ini, sebuah produk berupa handbook berjudul “Merajut Kebinekaan; Penguatan Karakter Nasionalisme di Negara Multikultur” telah dihasilkan. Buku ini, yang berisi berbagai materi dan strategi dalam memperkuat karakter nasionalisme, sudah didaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan memperoleh ISBN. Buku ini tidak hanya digunakan sebagai sumber belajar bagi mahasiswa di UPI dan UKM, tetapi juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi para pendidik yang berfokus pada pembelajaran karakter di negara-negara dengan latar belakang budaya yang beragam. Dengan adanya handbook ini, diharapkan proses penguatan nasionalisme melalui pendidikan dapat berlangsung lebih sistematis dan terstruktur, serta memberi dampak positif bagi masyarakat multikultur di kawasan Asia Tenggara.
