Dengan pendekatan sistematis dan metode berbasis lokal, program tersebut diharapkan tidak hanya sukses di Bandung, tetapi juga bisa menjadi model bagi daerah lain.
Rifa, pengurus KKMT Gedebage, menambahkan bahwa metode Alghani bukan sekadar alat bantu belajar, tetapi juga aset intelektual bagi Bandung. “Bandung seharusnya bangga memiliki metode baca tulis Al-Qur’an sendiri,” pungkasnya.
