JABAR EKSPRES – Bank Indonesia (BI) senantiasa fokus pada upaya menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan.
Kebijakan makroprudensial tetap diarahkan pro-growth dan longgar untuk mendorong intermediasi sesuai dengan siklus keuangan melalui penguatan Kebijakan Intesif Likuiditas Makroprudensial (KLM).
Kebijakan makroprudensial didukung melalui sinergitas Bank Indonesia dengan kebijakan kementerian/lembaga yang saat ini difokuskan pada dua sektor utama yaitu peruhamahan dan pertanian, termasuk hilirisasi dan ketahanan pangan.
Baca Juga:Badai PHK Tak Terbendung di Indonesia, Ini Kata Menaker!Dikritik DPRD KBB, Adithia: Perubahan Wilayah Diperlukan untuk Atasi Masalah Cekungan Bandung
Hal tersebut turut ditopang dengan tingkat inflasi yang berada di dalam kisaran sasaran 2,5 plus minus 1 persen dan stabilitas nilai tukar rupiah terjaga baik, di tengah ketidakpastian ekonomo global yang meningkat.
Sejalan dengan itu, intermediasi perbankan juga tumbuh didukung faktor penawaran dari minat penyaluran kredit dan kecukupan kapasitas pembiayaan oleh perbankan dan industri keuangan non-bank.
