JABAR EKSPRES – Harga cabai rawit di Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus menanjak naik dalam satu pekan terakhir. Bahkan di pasar tradisional dan warung kelontong, dilaporkan sudah tembus Rp150.000 per kilogram.
Para pedagang baik di pasar tradisional maupun warung sayuran pun mengeluhkan sepi pembeli imbas kenaikan terus menerus pada komoditi cabai sejak satu pekan menjelang Ramadan 1446 Hijriah.
Salah satu pedagang cabai rawit, Andi (35) mengungkapkan, harga cabai yang mereka jual saat ini menyentuh harga Rp150.000 per kilogram. Menurutnya, kenaikan harga cabai rawit ini terjadi sejak 1 Maret 2025.
Baca Juga:Masjid Salman Rasidi, Rumah Ibadah Unik Berkonsep Leuit atau Lumbung Padi di SoreangBandung Hadapi Tantangan Drainase, Pemerintah Susun Blueprint Pengendalian Banjir
Harga jual mereka hanya naikkan Rp7.000, lantaran khawatir pembeli semakin sepi.
“Paling stok cabai ngga banyak, seperlunya saja. Selain takut pembeli kurang, kami juga khawatir cabai busuk,” katanya.
Jika normal, harga cabai rawit hanya berkisar Rp50.000 per kilogramnya. Ia menilai, cabai rawit memang kerap berfluktuasi, namun harga yang saat ini ditetapkan penjual sudah sangat tinggi.
Dia terpaksa tak naikan harga cabai karena daya beli masyarakat di wilayah Padalarang, Bandung Barat saat ini tengah anjlok.
“Saya khawatir ‘kalo naik lagi harga cabai dagangan saya jadi sepi. Gapapa untung kecil yang penting cabai nggak busuk,” katanya.
Meski demikian, dia mengakui bahwa harga ini naik drastis dibandingkan Desember 2024 lalu. “Naik yang cepet itu sekarang saat puasa, bisa-bisa harga ini terus naik sampai hari raya Idul Fitri,” imbuhnya.
